Showing posts with label sistem. Show all posts
Saatnya Warga Bicara
October 13, 2013 : by Debora Thea / Universitas Multimedia Nusantara News Service
Dalam acara bicaRA buKu (RAK) UMN
perdana, Jum’at (11/9), Pepih Nugraha dalam bukunya yang berjudul
Citizen Journalism (CJ) memaparkan bahwa CJ telah menjadi sebuah
transmisi, warga bukan hanya sebagai penerima saja tapi juga sebagai
pewarta.
Sebagai wartawan maupun citizen journalist (CJ), Kang Pepih menjelaskan bahwa keduanya harus memiliki nose for news, yakni curiosity (keingintahuan), skeptic (keragu-raguan), observation (mengawasi), change (mengamati perubahan perilaku), dan compare
(mengamati perbandingan). Berangkat dari sana, CJ bisa menuliskan
berita atau opini yang dituangkan dalam postingan di blog ataupun media
seperti Kompasiana. Dan bukan hanya itu saja, tapi juga mencakup fiksi,
tips dan tutorial. Tulisan tentunya juga memperhatikan news value.
Meski demikian, ada hal yang perlu digarisbawahi bahwa CJ tidak bisa disebut sebagai wartawan. “Citizen Journalism lebih pas disebut pewarta warga karena
kalau kita menjadi seorang wartawan, pertama kita harus punya pekerjaan
itu. Lalu kita perlu melakukan cover both side terhadap suatu isu dan
juga verifikasi. Pewarta warga tidak melakukan itu. Yang terakhir,
wartawan akan terpaku pada kode etik wartawan sementara CJ hanya
berpegang pada netiket atau sopan santun berinternet,” ungkap wartawan
Kompas sekaligus manajer Kompasiana itu. Beliau pun menambahkan di
samping perbedaan tersebut, tetap ada tujuh dosa besar yang harus
dihindari oleh wartawan maupun CJ, dan semuanya dijelaskan dalam buku Citizen Journalism karangannya.
Dalam acara tersebut, kang Pepih turut sharing mengenai asyiknya menjadi CJ dengan blog pribadi. Ia mulai menggeluti social media
(blog) tahun 2005 dengan sebuah blog dengan nama ‘Beranda T4 Berbagi’.
Salah satu postingannya ialah ia mempertanyakan dan menganalisa mengapa
orang Indonesia kalau ada acara bangku terdepan selalu kosong. Apakah
karena orang Indonesia sangat menghormati senior atau merasa rendah diri
untuk duduk di depan. “Kalau saya tulis berita ecek-ecek seperti itu di
harian Kompas, tidak mungkin. Apa urusannya, itu opini bukan peristiwa,
bukan berita. Tapi kalau saya nulis di blog asik-asik aja, enggak ada
yang larang dan bahkan ada yang berkomentar, bertestimoni. Lama-lama
merasa asik nulis di blog,” katanya.
Kegiatan ngeblog Kang Pepih tersebut
akhirnya menjadi bahan kritikan di kalangan wartawan Kompas, tapi itu
malah membuatnya semakin teguh. Tahun 2008, beliau mendapat kesempatan
untuk membentuk Kompasiana dengan mengedepankan connecting & sharing. “Saya nulis tiba-tiba sudah ada yang komen. Itulah arti dari connecting, bisa terhubung. Dan bisa sharing meskipun beritanya ecek-ecek. Kalau di Kompas cetak hanya bisa sharing tapi saya tidak tau gimana reaksi pembaca terhadap tulisan saya.”
Hingga tahun yang kelima, Kompasiana
yang terbuka untuk publik dan gratis, bisa menghasilkan 1000 tulisan
setiap harinya. “Inilah gairah warga yang tak bisa ditahan,” tuturnya.
(*)
Sunday, October 13, 2013
Posted by UMN
Tren Aplikasi Banking
October 3, 2013 : by Debora Thea / Universitas Multimedia Nusantara News Service
Terlepas dari sistem banking yang konvensional, ada beberapa metode aplikasi banking modern yang bisa diterapkan dan diarahkan untuk menjadi the future of banking.
Dalam
seminar bertajuk ‘Tren Aplikasi Banking’ yang dibawakan Pak Adriansyah
dari Anabatic Technology, dijelaskan tiga metode yang memudahkan orang
untuk berbanking, sehingga tak perlu lagi melakukan cara-cara konvensional.
Metode-metode tersebut antara lain :
• Branchless Banking, menyediakan jasa banking di luar cara-cara tradisional. Dikemas dengan dua cara seperti web/phone banking atau adanya agen bank (orang luar yang bekerja mengatas namakan bank) untuk menjangkau masyarakat yang berada di daerah-daerah yang belum terjamah.
• Electronic Money, penting mengapa? Karena untuk mencetak uang secara cash butuh biaya yang banyak. Biaya untuk mencetak koin seribu perak lebih besar dari seribu perak. Kalau uang kertas sudah banyak yang kusam dan tak layak, harus dimusnahkan dan perlu dicetak ulang lagi. Kemudian untuk menghindari resiko pemalsuan uang kertas. Electronic Money ada chip dan pin yang bisa membuatnya lebih aman. Selain itu, electronic money bisa dilimit untuk menghindari korupsi.
• Mobile Payment Melihat dari jumlah pengguna smartphone, di Indonesia ranking ke 8 (hingga 2012) Phone berubah menjadi dompet, bisa untuk ticketing, booking, mobile advertising, cash payment, banking.
Ketiga aplikasi tersebut memiliki kesamaan yaitu Mobility akan dijadikan the future of banking. Supaya banyak yang mau menggunakannya, sistem pun harus beroperasi dengan cepat, nyaman dan aman. Untuk itu, semuanya pasti harus menjalani sertifikasi keamanan terlebih dulu. (*)
Metode-metode tersebut antara lain :
• Branchless Banking, menyediakan jasa banking di luar cara-cara tradisional. Dikemas dengan dua cara seperti web/phone banking atau adanya agen bank (orang luar yang bekerja mengatas namakan bank) untuk menjangkau masyarakat yang berada di daerah-daerah yang belum terjamah.
• Electronic Money, penting mengapa? Karena untuk mencetak uang secara cash butuh biaya yang banyak. Biaya untuk mencetak koin seribu perak lebih besar dari seribu perak. Kalau uang kertas sudah banyak yang kusam dan tak layak, harus dimusnahkan dan perlu dicetak ulang lagi. Kemudian untuk menghindari resiko pemalsuan uang kertas. Electronic Money ada chip dan pin yang bisa membuatnya lebih aman. Selain itu, electronic money bisa dilimit untuk menghindari korupsi.
• Mobile Payment Melihat dari jumlah pengguna smartphone, di Indonesia ranking ke 8 (hingga 2012) Phone berubah menjadi dompet, bisa untuk ticketing, booking, mobile advertising, cash payment, banking.
Ketiga aplikasi tersebut memiliki kesamaan yaitu Mobility akan dijadikan the future of banking. Supaya banyak yang mau menggunakannya, sistem pun harus beroperasi dengan cepat, nyaman dan aman. Untuk itu, semuanya pasti harus menjalani sertifikasi keamanan terlebih dulu. (*)
Kuliah di Jakarta untuk jurusan program studi Teknik Informatika|Sistem Informasi|Sistem Komputer|Akuntansi|Manajemen|Ilmu Komunikasi|Desain Komunikasi Visual, di Universitas Multimedia Nusantara. www.umn.ac.id
Thursday, October 3, 2013
Posted by UMN
Gerbang Menuju Karir
October 3, 2013 : by Debora Thea / Universitas Multimedia Nusantara News Service
Inilah sebuah kesempatan emas khususnya bagi mahasiswa tingkat akhir yang akan segera terjun ke dunia kerja yang sesungguhnya. Sebanyak 60 perusahaan hadir untuk menawarkan posisi yang diiginkan pelamar.
Rangkaian Career dan Scholarship Day periode Oktober 2013 dimulai pada tanggal 1, dengan diselenggarakannya dua seminar di hari yang sama. Topik pertama yakni ‘sukses dalam interview kerja’ dengan pembicara Bapak Jimmy Perangin-angin, Division Head of HR, GA & Legal PT. Erajaya Tbk. Beliau menjelaskan mengenai tahap-tahap awal dalam melamar pekerjaan seperti bagaimana menulis CV yang baik, trik dalam melakukan interview.
Sedangkan sesi kedua dibawakan oleh Ibu Elisa Tanzino, HR Generalist PT. Santos Jaya Abadi (Kapal Api) mengenai ‘personal branding’. Berbeda dengan topik pertama, topik ini lebih membahas mengenai bagaimana personality yang bagus agar kita bisa diterima oleh orang lain (dalam hal ini perusahaan).
Untuk pameran karirnya sendiri diadakan tanggal 2-3 Oktober di Function Hall UMN. Perusahaan yang diundang mencakup keseluruhan bidang studi UMN (Ilkom, DKV, Ekonomi dan ICT). Mereka tidak hanya menyediakan tempat untuk bekerja tapi juga untuk magang.“Antusiasme dari mahasiswa cukup tinggi, ramai. Tapi memang bedanya saat periode April kemarin lebih banyak aplikan untuk magang, sedangkan yang sekarang lebih ke kerja,” ungkap Ibu Ika Yanuarti daribidang Career Development UMN.
Sejak tahun 2013, Career & Scholarship Day dilaksanakan dua kali, yakni April dan Oktober, bertepatan denganwisuda mahasiswa bulan Mei dan November. Selain untuk mahasiswa yang akan diwisuda, kesempatan ini juga terbuka untuk alumni UMN. (*)
Kuliah di Jakarta untuk jurusan program studi Teknik Informatika|Sistem Informasi|Sistem Komputer|Akuntansi|Manajemen|Ilmu Komunikasi|Desain Komunikasi Visual, di Universitas Multimedia Nusantara. www.umn.ac.id
Posted by UMN
Berlatih Sebagai Citizen Journalism
September 17, 2013 : by Debora Thea / Universitas Multimedia Nusantara News Service
Ketika media massa tidak dapat menjangkau suatu peristiwa, citizen journalism berperan menjadi sumber berita terpenting. Dengan memanfaatkan teknologi yang ada, masyarakat biasa pun dapat menginformasikan peristiwa tersebut layaknya wartawan.
Berangkat
dari fenomena citizen journalism yang sudah semakin marak di kalangan
masyarakat dewasa ini, SCTV Goes To Campus melaksanakan kompetisi
citizen journalism bagi mahasiswa-mahasiswi UMN pada Selasa (17/9).
Peserta ditantang untuk menghasilkan suatu paket berita yang menarik dan tentunya informatif serta bekerja di dalam tim. Mereka terbagi atas 10 tim yang masing-masing terdiri atas 3 orang. Ada yang bertanggungjawab sebagai penulis naskah berita, fotografer dan videografer.
“Pesertanya luar biasa, rata-rata kalau di kampus sebelumnya tidak sampai 10 kelompok. Kita harapkan 10 kelompok ini bisa berkarya dengan hasil yang maksimal untuk kita cari yang terbaik,” jelas Bapak Merdi Sofansa GM Fasilitasi Liputan 6.
Tema berita tidak ditentukan panitia, peserta bebas mencari berita baik di dalam kampus maupun lingkungan luar sekitar kampus dengan batas waktu hingga pukul 5 sore di hari yang sama. Peserta bisa searching di internet maupun wawancara orang untuk mendapatkan ide mengenai hal-hal apa saja yang menarik untuk dibahas.
Bukan hanya sebatas foto dan naskah saja, tetapi mereka harus menggarap video berdurasi kurang lebih 2 menit yang mencakup openingdan closing oleh presenter, soundbyte (wawancara narasumber) dan voice over (pembacaan naskah yang melatarbelakangi gambar), sehingga hasilnya seperti paket berita yang kerap ditayangkan di TV. Naskah tidak perlu terlalu panjang karena semakin ringkas cerita akan semakin membuat orang lebih intns untuk menikmati.
Para juri tentunya memiliki kriteria penilaian tersendiri. “Kita melihat dari keunikan angle berita, bagaimana mereka mengambil gambar seperti komposisi, estetika dan beauty, dan juga kekompakan dalam membuat suatu cerita,” tambah Bapak Merdi.
Pemenang dari Citizen Journalism akan diumumkan di hari kedua pelaksanaan SGTC, Rabu (18/9) di UMN. (*)
Peserta ditantang untuk menghasilkan suatu paket berita yang menarik dan tentunya informatif serta bekerja di dalam tim. Mereka terbagi atas 10 tim yang masing-masing terdiri atas 3 orang. Ada yang bertanggungjawab sebagai penulis naskah berita, fotografer dan videografer.
“Pesertanya luar biasa, rata-rata kalau di kampus sebelumnya tidak sampai 10 kelompok. Kita harapkan 10 kelompok ini bisa berkarya dengan hasil yang maksimal untuk kita cari yang terbaik,” jelas Bapak Merdi Sofansa GM Fasilitasi Liputan 6.
Tema berita tidak ditentukan panitia, peserta bebas mencari berita baik di dalam kampus maupun lingkungan luar sekitar kampus dengan batas waktu hingga pukul 5 sore di hari yang sama. Peserta bisa searching di internet maupun wawancara orang untuk mendapatkan ide mengenai hal-hal apa saja yang menarik untuk dibahas.
Bukan hanya sebatas foto dan naskah saja, tetapi mereka harus menggarap video berdurasi kurang lebih 2 menit yang mencakup openingdan closing oleh presenter, soundbyte (wawancara narasumber) dan voice over (pembacaan naskah yang melatarbelakangi gambar), sehingga hasilnya seperti paket berita yang kerap ditayangkan di TV. Naskah tidak perlu terlalu panjang karena semakin ringkas cerita akan semakin membuat orang lebih intns untuk menikmati.
Para juri tentunya memiliki kriteria penilaian tersendiri. “Kita melihat dari keunikan angle berita, bagaimana mereka mengambil gambar seperti komposisi, estetika dan beauty, dan juga kekompakan dalam membuat suatu cerita,” tambah Bapak Merdi.
Pemenang dari Citizen Journalism akan diumumkan di hari kedua pelaksanaan SGTC, Rabu (18/9) di UMN. (*)
Kuliah di Jakarta untuk jurusan program studi Teknik Informatika, Sistem Informasi, Sistem Komputer, Akuntansi, Manajemen,Ilmu Komunikasi, dan Desain Komunikasi Visual, di Universitas Multimedia Nusantara.
www.umn.ac.id
Wednesday, October 2, 2013
Posted by UMN
Logo Sky Star Ventures Hasil Karya Mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara
September 10, 2013 : by Chininta Rizka Angelia / Universitas Multimedia Nusantara News Service
“Sisi bintang bagian bawah, diberi motion dari kiri bawah ke kanan atas untuk menggambarkan perjalanan tenant dari bawah hingga ke atas. Sementara sisi yang lebih panjang digambarkan sebagai tangga untuk menuju ke atas”, papar Aland.
Bussiness
Incubator yang dikomersilkan dengan nama “Sky Star Ventures” diharapkan
menjadi sebuah perusahaan yang dapat membimbing start-up start-up
bisnis, bukan hanya sebuah ide melainkan menjadi usaha nyata. Setelah
mengadakan Bussiness Plan Competition yang dimenangkan oleh Dream Box,
Bussiness Incubator UMN mengadakan lomba desain logo Bussiness
Incubator.
Kriteria penilaian dalam lomba logo tersebut, diantaranya nama brand dan logo harus selaras dengan visi misi Business Incubator, harus melengkapi satu sama lain, harus orisinal dan bukan hasil meniru. Setelah melewati beberapa proses, maka terpilihlah Aland Sinduartha (prodi DKV 2009) sebagai pemenangnya.
Logo Sky Star Ventures memiliki filosofi tersendiri. Bintang memberikan kesan sesuatu yg tinggi dan tak mudah dijangkau. Bintang juga menggambarkan kantor Sky Star Ventures yang berada di lantai 12 gedung C UMN, yang merupakan lantai paling atas. Hal ini memiliki makna bahwa Sky Star Ventures dapat membimbing tenant-tenant dari start-up hingga mencapai kesuksesan.
“Sisi bintang bagian bawah, diberi motion dari kiri bawah ke kanan atas untuk menggambarkan perjalanan tenant dari bawah hingga ke atas. Sementara sisi yang lebih panjang digambarkan sebagai tangga untuk menuju ke atas”, papar Aland.
Sky Star Ventures membimbing tenant dari hanya sebuah Bussiness Plan hingga berkembang menjadi usaha nyata. Warna hijau pada bintang dipilih untuk menangkap kesan ide-ide baru yang fresh tersebut. Pilihan warna background yang gelap bertujuan untuk memberikan kesan elegan dan eksklusif. Sementara, warna hijau yang dipilih adalah hijau semi grey, supaya terlihat senada.
“Huruf A pada Sky Star Ventures juga custom. Saya pilih bentuk segitiga supaya terkesan bisnis yang dibina dari bawah dan dibimbing hingga mencapai sukses di atas. Sedangkan warna Sky Star dibuat lebih terang dari pada Ventures untuk memberi emphasize”, tambah Aland.
Aland Sinduartha adalah pemenang desain logo Bussiness Incubator sekaligus salah satu anggota Dream Box, pemenang Bussiness Plan Competition. Saat ini, Dream Box merupakan satu-satunya tenant yang berada di bawah naungan Sky Star Ventures, menyisihkan 4 finalis lainnya. Sky Star Ventures masih membuka kesempatan bagi para Civitas Academica yang memiliki ide bisnis. Mereka dapat mengumpulkan proposal ide bisnis melalui email ke yovita@umn.ac.id dan Cc ke geraldine@umn.ac.id paling lambat 30 September 2013. (*)
Kriteria penilaian dalam lomba logo tersebut, diantaranya nama brand dan logo harus selaras dengan visi misi Business Incubator, harus melengkapi satu sama lain, harus orisinal dan bukan hasil meniru. Setelah melewati beberapa proses, maka terpilihlah Aland Sinduartha (prodi DKV 2009) sebagai pemenangnya.
Logo Sky Star Ventures memiliki filosofi tersendiri. Bintang memberikan kesan sesuatu yg tinggi dan tak mudah dijangkau. Bintang juga menggambarkan kantor Sky Star Ventures yang berada di lantai 12 gedung C UMN, yang merupakan lantai paling atas. Hal ini memiliki makna bahwa Sky Star Ventures dapat membimbing tenant-tenant dari start-up hingga mencapai kesuksesan.
“Sisi bintang bagian bawah, diberi motion dari kiri bawah ke kanan atas untuk menggambarkan perjalanan tenant dari bawah hingga ke atas. Sementara sisi yang lebih panjang digambarkan sebagai tangga untuk menuju ke atas”, papar Aland.
Sky Star Ventures membimbing tenant dari hanya sebuah Bussiness Plan hingga berkembang menjadi usaha nyata. Warna hijau pada bintang dipilih untuk menangkap kesan ide-ide baru yang fresh tersebut. Pilihan warna background yang gelap bertujuan untuk memberikan kesan elegan dan eksklusif. Sementara, warna hijau yang dipilih adalah hijau semi grey, supaya terlihat senada.
“Huruf A pada Sky Star Ventures juga custom. Saya pilih bentuk segitiga supaya terkesan bisnis yang dibina dari bawah dan dibimbing hingga mencapai sukses di atas. Sedangkan warna Sky Star dibuat lebih terang dari pada Ventures untuk memberi emphasize”, tambah Aland.
Aland Sinduartha adalah pemenang desain logo Bussiness Incubator sekaligus salah satu anggota Dream Box, pemenang Bussiness Plan Competition. Saat ini, Dream Box merupakan satu-satunya tenant yang berada di bawah naungan Sky Star Ventures, menyisihkan 4 finalis lainnya. Sky Star Ventures masih membuka kesempatan bagi para Civitas Academica yang memiliki ide bisnis. Mereka dapat mengumpulkan proposal ide bisnis melalui email ke yovita@umn.ac.id dan Cc ke geraldine@umn.ac.id paling lambat 30 September 2013. (*)
Kuliah di Jakarta untuk jurusan program studi Teknik Informatika, Sistem Informasi, Sistem Komputer, Akuntansi, Manajemen, Ilmu Komunikasi, dan Desain Komunikasi Visual, di Universitas Multimedia Nusantara.
www.umn.ac.id
Posted by UMN
Menjadi Enterpreneur Mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara Ciptakan Dream Box
September 10, 2013 : by Chininta Rizka Angelia / Universitas Multimedia Nusantara News Service
“Saat ini kami sudah project dari perusahaan dengan brand Castrol, Top
One, Marina, dan lain sebagainya. Perusahaan ini lebih ke Bussiness to
Bussiness. Yang lebih membanggakan adalah kami diminta untuk membuat
website Pos Logistik, yang berada di bawah naungan Pos Indonesia”, ujar
Aland.
Berawal dari Business Plan Competition yang
diadakan oleh Bussiness Incubator UMN, keempat lelaki ini memulai
kariernya. Mereka men-submit 3 ide bisnis dan pada akhirnya 1 ide yang
lolos masuk ke final. Setelah melewati tahapan seleksi ide bisnis dan
presentasi, mereka berhasil meraih juara 1 Bussiness Plan Competition.
Mereka adalah Timothy (Teknik Informatika 2009), Osbert Adrianto dan
Daniel Hermansyah (Akuntansi 2009), Aland Sinduartha (Desain Komunikasi
Visual 2009), yang tergabung dalam ‘Dream Box’.
Menyisihkan 4 finalis lainnya, tim ‘Dream Box’ mendapatkan kesempatan untuk mengimplementasikan bisnis mereka di bawah naungan divisi Bussiness Incubator. Bussiness Incubator yang dikomersilkan dengan nama “Sky Star Ventures” diharapkan menjadi sebuah perusahaan yang dapat membimbing start-up start-up bisnis, bukan hanya sebuah ide melainkan menjadi usaha nyata.
Saat ini, Dream Box merupakan satu-satunya tenant yang berada di bawah naungan Sky Star Ventures. Berasal dari latar belakang yang berbeda, mereka mampu berkomitmen untuk membangun sebuah bisnis. “Tim kita terdiri dari anak IT, desain, dan akuntansi. Kita saling melengkapi. Misalnya, anak Desain punya konsep bagus tapi percuma ngga ngerti koding, sementara IT bisa koding tapi desainnya ngga bagus, jadi kurang maksimal. Kita memiliki komitmen untuk rela menahan ego masing-masing, bisa bekerja sama, dan bisa menerima saran dari orang lain”, ujar Daniel.
Bisnis yang diusung oleh mereka terkait dengan IT and Design House. Project-project yang mereka terima dapat dikatakan ‘WOW’ untuk sebuah kelompok bisnis yang masih berumur setahun jagung. “Saat ini kami sudah project dari perusahaan dengan brand Castrol, Top One, Marina, dan lain sebagainya. Perusahaan ini lebih ke Bussiness to Bussiness. Yang lebih membanggakan adalah kami diminta untuk membuat website Pos Logistik, yang berada di bawah naungan Pos Indonesia”, ujar Aland.
Dengan bekal dan pengalaman yang dimiliki ‘Dream Box’ saat ini, mereka memiliki target dan harapan yang harus dicapai nantinya. “Saat ini kita merasa masih belum fokus, ditawarin apa aja bisa. Harapannya kita bisa lebih fokus, punya spesialisasi, punya human resources yang banyak biar bisa menerima project besar”, tambah Aland.
Menyisihkan 4 finalis lainnya, tim ‘Dream Box’ mendapatkan kesempatan untuk mengimplementasikan bisnis mereka di bawah naungan divisi Bussiness Incubator. Bussiness Incubator yang dikomersilkan dengan nama “Sky Star Ventures” diharapkan menjadi sebuah perusahaan yang dapat membimbing start-up start-up bisnis, bukan hanya sebuah ide melainkan menjadi usaha nyata.
Saat ini, Dream Box merupakan satu-satunya tenant yang berada di bawah naungan Sky Star Ventures. Berasal dari latar belakang yang berbeda, mereka mampu berkomitmen untuk membangun sebuah bisnis. “Tim kita terdiri dari anak IT, desain, dan akuntansi. Kita saling melengkapi. Misalnya, anak Desain punya konsep bagus tapi percuma ngga ngerti koding, sementara IT bisa koding tapi desainnya ngga bagus, jadi kurang maksimal. Kita memiliki komitmen untuk rela menahan ego masing-masing, bisa bekerja sama, dan bisa menerima saran dari orang lain”, ujar Daniel.
Bisnis yang diusung oleh mereka terkait dengan IT and Design House. Project-project yang mereka terima dapat dikatakan ‘WOW’ untuk sebuah kelompok bisnis yang masih berumur setahun jagung. “Saat ini kami sudah project dari perusahaan dengan brand Castrol, Top One, Marina, dan lain sebagainya. Perusahaan ini lebih ke Bussiness to Bussiness. Yang lebih membanggakan adalah kami diminta untuk membuat website Pos Logistik, yang berada di bawah naungan Pos Indonesia”, ujar Aland.
Dengan bekal dan pengalaman yang dimiliki ‘Dream Box’ saat ini, mereka memiliki target dan harapan yang harus dicapai nantinya. “Saat ini kita merasa masih belum fokus, ditawarin apa aja bisa. Harapannya kita bisa lebih fokus, punya spesialisasi, punya human resources yang banyak biar bisa menerima project besar”, tambah Aland.
Kuliah di Jakarta untuk jurusan program studi Teknik Informatika, Sistem Informasi, Sistem Komputer, Akuntansi, Manajemen, Ilmu Komunikasi, dan Desain Komunikasi Visual, di Universitas Multimedia Nusantara.
www.umn.ac.id
Posted by UMN
Seminar 4G di Universitas Multimedia Nusantara
September 6, 2013 : by Jesslyn Catherine / Universitas Multimedia Nusantara News Service
Perkembangan
internet semakin pesat. Universitas Multimedia Nusantara (UMN) sebagai
universitas yang memiliki program studi ICT merasa perlu untuk
mengupdate informasi mengenai perkembangan tersebut. Oleh karena itu,
pada Jumat (30/08/2013) UMN menyelenggarakan seminar IEEE. Pembicara
dalam seminar ini adalah Ekraim Hossain, Ph.D.,P.Eng. selaku Professor,
Department of Electrical and Computer Engineering University of
Manitoba-Canada.
Setelah jaman 3G dengan kemampuannya menerima videocall di saat yang sama tanpa hambatan dan transfer rate internet 200kbit/s, muncul 3.5G dengan performa yang lebih baik dan kemampuan mentransfer data yang lebih cepat dibandingkan generasi sebelumnya.
Pada kesempatan ini, Mr. Hossein memberikan penjelasan mengenai modelling, analysis, design of multi-tier, and cognitive cellular wireless network. Baginya, ketertarikan pada penelitian akhir-akhir ini berkisar pada pengetahuan tentang kekuatan sinyal dan akses spektrum yang dinamis, susunan jaringan selular yang wireless, sistem radio seluler hijau, jaringan ekonomis, dan teori permainan yang teraplikasikan.
Beliau memaparkan lebih jauh tentang green cellular atau selular hijau, di mana kita bisa menggunakan internet dengan lebih cepat, namun tetap melakukan penghijauan. Green cellular atau seluler hijau yang dimaksudkan oleh Mr. Hossein adalah generasi ke-4 dalam dunia internet.
4G memiliki banyak kelebihan, selain akses internet super cepat, sekitar 1GB/s, bandwith yang lebih lebar, juga ramah lingkungan. Mengapa disebutkan ramah lingkungan? “Performanya yang super cepat membuat kita tidak perlu berlama-lama di depan laptop atau komputer untuk mengakses internet”, ujar Mr.Hossein. (*)
Setelah jaman 3G dengan kemampuannya menerima videocall di saat yang sama tanpa hambatan dan transfer rate internet 200kbit/s, muncul 3.5G dengan performa yang lebih baik dan kemampuan mentransfer data yang lebih cepat dibandingkan generasi sebelumnya.
Pada kesempatan ini, Mr. Hossein memberikan penjelasan mengenai modelling, analysis, design of multi-tier, and cognitive cellular wireless network. Baginya, ketertarikan pada penelitian akhir-akhir ini berkisar pada pengetahuan tentang kekuatan sinyal dan akses spektrum yang dinamis, susunan jaringan selular yang wireless, sistem radio seluler hijau, jaringan ekonomis, dan teori permainan yang teraplikasikan.
Beliau memaparkan lebih jauh tentang green cellular atau selular hijau, di mana kita bisa menggunakan internet dengan lebih cepat, namun tetap melakukan penghijauan. Green cellular atau seluler hijau yang dimaksudkan oleh Mr. Hossein adalah generasi ke-4 dalam dunia internet.
4G memiliki banyak kelebihan, selain akses internet super cepat, sekitar 1GB/s, bandwith yang lebih lebar, juga ramah lingkungan. Mengapa disebutkan ramah lingkungan? “Performanya yang super cepat membuat kita tidak perlu berlama-lama di depan laptop atau komputer untuk mengakses internet”, ujar Mr.Hossein. (*)
Kuliah di Jakarta untuk jurusan program studi Teknik Informatika, Sistem Informasi, Sistem Komputer, Akuntansi, Manajemen, Ilmu Komunikasi, dan Desain Komunikasi Visual, di Universitas Multimedia Nusantara.
www.umn.ac.id
Posted by UMN
Bermain Air di OMB Universitas Multimedia Nusantara
August 28, 2013 : by Jesslyn Catherine / Universitas Multimedia Nusantara News Service
Hari terakhir OMB masih
diwarnai dengan serangkaian games, dari beberapa games yang ada hari
ini, tiga di antaranya bertemakan air. Hal ini dilakukan untuk memberi
variasi dari games kemarin yang lebih banyak mengutakaman keseimbangan
dan teamwork. Games yang bertemakan air tersebut adalah Blind Water
Tower, Running Water, Local Earthquake.
Menurut kelompok Henry Ford, yang kebetulan menang, hal yang mereka
dapatkan dari permainan Local Earthquake ini adalah kerjasama,
koordinasi, komunikasi, kesabaran, keseimbangan. Mereka merasa senang
dan semangat mengikuti permainan ini. Hal-hal yang paling disukai para
peserta OMB adalah saat mereka menang dan mendapatkan bintang pada papan
mereka. Ini membuat mereka merasa bangga.
Untuk Blind Water Tower, dari 20an orang peserta dalam satu
kelompok hanya 13 yang ikut serta dalam permainan. Mula-mula mata semua
peserta ditutup dengan handuk, sambil memegang satu buah gelas plastik.
Seorang panitia akan menuangkan air ke dalam gelas orang pertama. Orang
pertama (dalam keadaan mata tertutup) harus menuangkan air ke dalam
gelas orang kedua dengan cara gelasnya dipegang di atas kepala. Begitu
seterusnya hingga orang ke-13. Orang ke-13 bertugas menuangkan air ke
baskom di belakangnya.
Pemenang dalam permainan ini adalah kelompok yang paling cepat dan
banyak mengisi air di baskomnya. Untuk yang melanggar aturan dengan
menuang air dari samping atau bawah, akan mendapat stiker merah sebagai
tanda pelanggaran. Komentar Paulina, seorang mahasiswa baru dari
kelompok Gabriel Fahrenheit: “Hal yang dibutuhkan dalam permainan ini
adalah kerjasama, kebersamaan, konsentrasi, dan kepercayaan dengan teman
sesama tim.”
Permainan lain yang menggunakan air juga, adalah Local Earthquake.
Di sini, semua anggota kelompok memegang bersama-sama satu terpal
berbentuk persegi, dan di atasnya ditaruh botol air mineral yang terisi
air namun tanpa tutup. Yang menjadi tantangan adalah bagaimana mereka
membawa botol ini yang semula diletakkan di tanah, kemudian diangkat
bersama-sama dari bawah dan digiring ke garis finish tanpa menjatuhkan
airnya. Mereka melakukan itu sambil menyanyikan mars OMB. Tantangan
bertambah karena saat menyanyikan Mars OMB ada saja teman yang
bertingkah lucu atau bersuara sumbang. Namun mereka semua berhasil
menyelesaikan dengan baik permainan ini.
Kuliah di Jakarta untuk jurusan program studi Teknik Informatika, Sistem Informasi, Sistem Komputer, Akuntansi, Manajemen, Ilmu Komunikasi, dan Desain Komunikasi Visual, di Universitas Multimedia Nusantara.
www.umn.ac.id
Posted by UMN
Bikin Program Televisi di Studio TV Universitas Multimedia Nusantara
September 4, 2013 : by Jesslyn Catherine / Universitas Multimedia Nusantara News Service
“TV
production ini agar anak-anak tahu bagaimana cara memproduksi program
TV dan mengoperasikan alat-alatnya.” Ujar Oscar Jayanegara, selaku Dosen
Videography di UMN.
Universitas
Multimedia Nusantara (UMN) kembali menerima kunjungan dari siswa/i SMA
dari wilayah Jabodetabek. Kunjungan ini bertujuan untuk mengenal UMN
lebih dekat melalui presentasi, penampilan hasil karya mahasiswa,
workshop program studi, dan campus tour.
UMN menyediakan 7 Workshop yang mewakili masing-masing program studi di UMN. Workshop ini diadakan untuk memberikan gambaran kepada para siswa/i SMA menempuh studi saat perkuliahan dan kesempatan berkarier dalam program studi tersebut. Diharapkan mereka memilih workshop sesuai dengan passion mereka bukan karena ikut-ikutan teman.
Salah satu workshop yang paling diminati mereka adalah workshop program studi Ilmu Komunikasi dengan tema TV Production yang berlangsung di Studio TV UMN. Agenda workshop TV Production dibuat sedemikian rupa agar para siswa/i SMA dapat mengetahui proses pembuatan program televisi. “TV production ini agar anak-anak tahu bagaimana cara memproduksi program TV dan mengoperasikan alat-alatnya.” Ujar Oscar Jayanegara, selaku Dosen Videography di UMN.
Selain mendapatkan teori, mereka juga diberi kesempatan untuk mempraktekkannya. Mereka dibagi ke dua kelompok dengan masing-masing orang sebagai host, bintang tamu, floor director, sutradara, kameramen, dan switcher. Setelah diberi waktu 10 menit untuk membagi tugas, mereka diberi kekuasaan penuh untuk membuat suatu program talkshow.
Siswa/i SMA Islamic Centre dan SMA Bonavita yang mengikuti workshop TV production mengaku senang bisa mendapatkan ilmu dan pengalaman dalam workshop yang berdurasi 60 menit ini. Selama ini mereka hanya menonton di depan TV tanpa tahu bagaimana proses pembuatan suatu program TV tersebut. Sudah tahu kan bagaimana serunya membuat program TV? (*)
UMN menyediakan 7 Workshop yang mewakili masing-masing program studi di UMN. Workshop ini diadakan untuk memberikan gambaran kepada para siswa/i SMA menempuh studi saat perkuliahan dan kesempatan berkarier dalam program studi tersebut. Diharapkan mereka memilih workshop sesuai dengan passion mereka bukan karena ikut-ikutan teman.
Salah satu workshop yang paling diminati mereka adalah workshop program studi Ilmu Komunikasi dengan tema TV Production yang berlangsung di Studio TV UMN. Agenda workshop TV Production dibuat sedemikian rupa agar para siswa/i SMA dapat mengetahui proses pembuatan program televisi. “TV production ini agar anak-anak tahu bagaimana cara memproduksi program TV dan mengoperasikan alat-alatnya.” Ujar Oscar Jayanegara, selaku Dosen Videography di UMN.
Selain mendapatkan teori, mereka juga diberi kesempatan untuk mempraktekkannya. Mereka dibagi ke dua kelompok dengan masing-masing orang sebagai host, bintang tamu, floor director, sutradara, kameramen, dan switcher. Setelah diberi waktu 10 menit untuk membagi tugas, mereka diberi kekuasaan penuh untuk membuat suatu program talkshow.
Siswa/i SMA Islamic Centre dan SMA Bonavita yang mengikuti workshop TV production mengaku senang bisa mendapatkan ilmu dan pengalaman dalam workshop yang berdurasi 60 menit ini. Selama ini mereka hanya menonton di depan TV tanpa tahu bagaimana proses pembuatan suatu program TV tersebut. Sudah tahu kan bagaimana serunya membuat program TV? (*)
Kuliah di Jakarta untuk jurusan program studi Teknik Informatika, Sistem Informasi, Sistem Komputer, Akuntansi, Manajemen, Ilmu Komunikasi, dan Desain Komunikasi Visual, di Universitas Multimedia Nusantara.
www.umn.ac.id
Posted by UMN
Peluncuran Program Academic English ELTI GRAMEDIA
September 3, 2013 : by Chininta Rizka Angelia / Universitas Multimedia Nusantara News Service
“Dengan belajar Academic English, saya jadi jauh lebih cepat beradaptasi
dengan lingkungan sekitar, lebih mudah menerima pelajaran, dan lebih
cepat pula menyerap ilmu yang diajarkan”, ujar William Atmaja, lulusan
University of Technology Sydney (UTS).
Jumlah
siswa di Indonesia yang belajar ke luar negeri untuk mengambil gelar
Sarjana, Master, dan Doctoral, menurut laporan UNESCO di buku Global
Education Digest 2012, mencapai 34.067 siswa. Dari jumlah tersebut,
10.135 ke Australia, 6.882 ke Amerika Serikat, dan sisanya ke berbagai
negara lain. Data tersebut menunjukkan bahwa siswa Indonesia yang
mengambil kuliah ke negara berbasis bahasa Inggris terbukti dominan.
Dengan begitu, peran kemampuan bahasa Inggris yang baik dan benar tentu
sudah menjadi syarat mutlak.
Di Indonesia, program yang diajarkan kebanyakan adalah General English. Meski bermanfaat, namun saat harus mengambil kuliah ke luar negeri, seorang siswa akan jauh lebih mudah beradaptasi dengan mengambil program Academic English. Untuk itu, ELTI Gramedia bekerja sama dengan UTS : INSEARCH meluncurkan program Academic English pada tanggal 3 September 2013 di Betawi Room Hotel Santika Premiere Jakarta.
Acara peluncuran program Academic English ini dihadiri oleh perwakilan UTS : INSEARCH, ELTI Gramedia, dan sejumlah rekan-rekan media. Stephanie King, selaku Koordinator Akademik ELTI Gramedia-UTS:INSEARCH mengatakan, “Kelebihan program ini adalah siswa bebas mengambil kuliah di mana saja. Mau di Inggris, Australia, Amerika, atau negara mana pun yang menggunakan bahasa Inggris, siswa tetap akan bisa lebih mudah beradaptasi.”
Program Academic English menjadi satu solusi bagi siswa yang ingin lebih cepat dan mudah memulai belajar di luar negeri. “Dengan belajar Academic English, saya jadi jauh lebih cepat beradaptasi dengan lingkungan sekitar, lebih mudah menerima pelajaran, dan lebih cepat pula menyerap ilmu yang diajarkan”, ujar William Atmaja, lulusan University of Technology Sydney (UTS).
Untuk pertama kalinya Academic English yang terbuka untuk umum diadakan di Jakarta. Bagi yang tertarik bergabung dengan program Academic English, saat ini ELTI GRAMEDIA-UTS:INSEARCH membuka kelas di ELTI Grand Wijaya Center Blok F 83-84 A&B, Jalan Wijaya II, Kebayoran Baru Jakarta dan Kampus Universitas Multimedia Nusantara (UMN) di Scientia Garden, jalan Boulevard, Gading Serpong Tangerang.
Pepatah mengatakan, lain ladang, lain belalang, lain negara, lain budaya. Maka, berbahasa Inggris yang baik dan benar saja tidak cukup. Kemampuan beradaptasi dalam dunia akademis juga menjadi syarat utama. (*)
Di Indonesia, program yang diajarkan kebanyakan adalah General English. Meski bermanfaat, namun saat harus mengambil kuliah ke luar negeri, seorang siswa akan jauh lebih mudah beradaptasi dengan mengambil program Academic English. Untuk itu, ELTI Gramedia bekerja sama dengan UTS : INSEARCH meluncurkan program Academic English pada tanggal 3 September 2013 di Betawi Room Hotel Santika Premiere Jakarta.
Acara peluncuran program Academic English ini dihadiri oleh perwakilan UTS : INSEARCH, ELTI Gramedia, dan sejumlah rekan-rekan media. Stephanie King, selaku Koordinator Akademik ELTI Gramedia-UTS:INSEARCH mengatakan, “Kelebihan program ini adalah siswa bebas mengambil kuliah di mana saja. Mau di Inggris, Australia, Amerika, atau negara mana pun yang menggunakan bahasa Inggris, siswa tetap akan bisa lebih mudah beradaptasi.”
Program Academic English menjadi satu solusi bagi siswa yang ingin lebih cepat dan mudah memulai belajar di luar negeri. “Dengan belajar Academic English, saya jadi jauh lebih cepat beradaptasi dengan lingkungan sekitar, lebih mudah menerima pelajaran, dan lebih cepat pula menyerap ilmu yang diajarkan”, ujar William Atmaja, lulusan University of Technology Sydney (UTS).
Untuk pertama kalinya Academic English yang terbuka untuk umum diadakan di Jakarta. Bagi yang tertarik bergabung dengan program Academic English, saat ini ELTI GRAMEDIA-UTS:INSEARCH membuka kelas di ELTI Grand Wijaya Center Blok F 83-84 A&B, Jalan Wijaya II, Kebayoran Baru Jakarta dan Kampus Universitas Multimedia Nusantara (UMN) di Scientia Garden, jalan Boulevard, Gading Serpong Tangerang.
Pepatah mengatakan, lain ladang, lain belalang, lain negara, lain budaya. Maka, berbahasa Inggris yang baik dan benar saja tidak cukup. Kemampuan beradaptasi dalam dunia akademis juga menjadi syarat utama. (*)
Kuliah di Jakarta untuk jurusan program studi Teknik Informatika, Sistem Informasi, Sistem Komputer, Akuntansi, Manajemen, Ilmu Komunikasi, dan Desain Komunikasi Visual, di Universitas Multimedia Nusantara.
www.umn.ac.id
Posted by UMN
Fakultas ICT Universitas Multimedia Nusantara Kirimkan 6 Mahasiswa untuk Riset di Jepang
September 3, 2013 : by Chininta Rizka Angelia / Universitas Multimedia Nusantara News Service
“Kami beruntung. Kami lolos seleksi berdasarkan IPK, CV, dan Application
Letter. Kami mendapatkan beasiswa dari TDU untuk melakukan riset,
sedangkan living cost akan ditanggung oleh pemerintah Jepang”, ujar
Andre Rusli dengan penuh antusias.
Nama Universitas Multimedia Nusantara (UMN) kembali diharumkan dengan prestasi Civitas Academicanya. Kali ini fakultas ICT (Information and Communication Technology) UMN berhasil mengirimkan enam mahasiswanya untuk melakukan riset di Tokyo Denky University (TDU), Jepang. Mereka adalah Natanael Liong, Andre Rusli, Daniel Halim, dan Verdy Susanto dari program studi Teknik Informatika, Dareen Halim dan Hizkia Hymnus dari program studi Sistem Komputer.
Ini merupakan kesempatan emas bagi mereka. Siapa sangka awalnya mereka hanya mendaftar untuk praktik kerja magang di Jepang dengan biaya sendiri. Namun, mereka justru mendapatkan beasiswa untuk melakukan riset yang nantinya akan digunakan sebagai nilai praktik kerja magang. “Kami beruntung. Kami lolos seleksi berdasarkan IPK, CV, dan Application Letter. Kami mendapatkan beasiswa dari TDU untuk melakukan riset, sedangkan living cost akan ditanggung oleh pemerintah Jepang”, ujar Andre Rusli dengan penuh antusias.
Keenam mahasiswa ini akan melakukan riset terkait dengan ICT. Namun, spesifikasinya akan diberitahukan oleh pihak TDU setelah mereka tiba di Jepang. “Nantinya, kami akan masuk ke jurusan School of Information Environment. Di sana kami memilih mata kuliah yang mendukung riset kami. Kami belum tahu melakukan riset apa, yang pasti masih terkait ICT. Selain itu, untuk mempermudah komunikasi kami juga akan belajar bahasa Jepang”, lanjut Dareen Halim.
Mereka berangkat pada 3 September 2013 dan akan belajar selama 108 hari di Jepang. Berbagai rencana dan harapan sudah terancang di benak mereka. “Harapannya, kami dapat mengharumkan nama UMN, dapat menambah wawasan baik secara ilmu maupun budaya, juga mendapatkan kesempatan S2 di sana, amin.”, tambah Natanael Liong.
Kami doakan semoga kalian semua sukses. Salam UMN! (*)
Kuliah di Jakarta untuk jurusan program studi Teknik Informatika, Sistem Informasi, Sistem Komputer, Akuntansi, Manajemen, Ilmu Komunikasi, dan Desain Komunikasi Visual, di Universitas Multimedia Nusantara.
www.umn.ac.id
Posted by UMN
Asyiknya Mengenal Budaya Korea di Universitas Multimedia Nusantara
September 2, 2013 : by Jece / Universitas Multimedia Nusantara News Service
“Tujuan dari acara ini adalah agar lebih banyak lagi orang yang
mengenal tentang Korea. Saya senang, respon mahasiswa UMN bagus sekali”,
ujar Bae Da Som, salah satu mahasiswa pertukaran pelajar Youngsan
University.
Suka menonton drama Korea? Atau mendengarkan
lagu-lagu Korea di pusat perbelanjaan? Menonton konser grup band Korea
di Indonesia? Atau makan makanan Korea? Di antara kita pasti menjawab
sudah pernah melakukan ini. Ternyata Korea bukan hanya sekedar lagu dan
drama saja, kita bisa mengenal budaya mereka yang lain.
Di Indonesia dan di belahan dunia lain, Korea telah
memproduksi budaya pop transnational sejak tahun 1990-an. Korean Wave
mengisi keberadaannya dengan drama TV, Korean pop musik, dimana sekarang
telah menyebar hingga sejauh Amerika Latin, Africa, Timur Tengah, dan
negara-negara lain. Bahkan, CNN menyatakan Korea sebagai “Hollywoodnya
Timur” pada akhir tahun 2010.
Melihat fenomena tersebut, Business Development
Universitas Multimedia Nusantara (UMN) menyelenggarakan “Korean Culture
Week” yang berlangsung pada tanggal 2-5 September 2013 di Lobby Utama
UMN. Acara ini diselenggarakan oleh Business Development UMN yang
bekerja sama dengan mahasiswa pertukaran pelajaran Youngsan University
dan peserta Korean Language Class batch 1. “Tujuan dari acara ini adalah
agar lebih banyak lagi orang yang mengenal tentang Korea. Saya senang,
respon mahasiswa UMN bagus sekali”, ujar Bae Da Som, salah satu
mahasiswa pertukaran pelajar Youngsan University.
Rangkaian acara “Korean Culture Week” meliputi sesi
foto menggunakan Hanbok (baju tradisional Korea yang berwarna cerah),
festival makanan khas Korea, games menarik (permainan tradisional Korea:
jaegichagi, tuho) dan Noraebang (karaoke) dengan Lagu Korea.
Jaegichagi adalah permainan melempar Jaegi (suatu
lempengan dengan rumbai dan lonceng) dengan kaki, dan Tuho adalah
permainan melempar tongkat ke dalam tabung. Civitas Academica UMN yang
tertarik untuk mengikuti games, dapat mendaftarkan diri dengan membayar
Rp 2.000,-. Peserta games ini berkesempatan untuk mendapatkan hadiah
berupa sport shoes, voucher kursus Korean Language Class di UMN, dan
merchandise UMN.
Seru kan mengenal Korea di UMN? Ayo datang dan ramaikan standnya di UMN! (*)
Kuliah di Jakarta untuk jurusan program studi Teknik Informatika, Sistem Informasi, Sistem Komputer, Akuntansi, Manajemen, Ilmu Komunikasi, dan Desain Komunikasi Visual, di Universitas Multimedia Nusantara.
www.umn.ac.id
Posted by UMN
OMB Awal Baru Untuk Meraih Mimpi ( Universitas Multimedia Nusantara UMN )
August 28, 2013 : by Jece / Universitas Multimedia Nusantara News Service
Orientasi Mahasiswa Baru (OMB) dicanangkan untuk memberikan
pengalaman dan pengajaran bagi para siswa yang telah naik ke jenjang
lebih tinggi. Orientasi atau yang merupakan momentum di mana mahasiswa
merasa asing untuk menghadapinya. Namun, sebenarnya inilah momen di mana
mereka mengembangkan diri menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Banyak
manfaat yang bisa didapat dengan mengikuti orientasi semacam ini.
Dari berbagai games yang dilakukan pada hari ketiga OMB
(28/8/2013), banyak nilai-nilai yang bisa dipelajari, seperti
komunikasi, tanggung jawab, teamwork, dan juga koordinasi tim. Karena
memang dari 4 hari pelaksanaan OMB, dua hari pertama pengenalan kampus,
dan sisanya untuk menambahkan semangat kerjasama tim mereka. Inilah
mengapa proses orientasi ini wajib, selain untuk peningkatan soft
skills, juga untuk membangun kerjasama dan komunikasi dalam tim baik
dalam proses belajar, bermasyarakat dan berkarya di dunia kerja dan
bermasyarakat.
Games tersebut seperti misalnya hullahoop, peserta mengarahkan
telunjuk ke depan pada titik tertentu dan saling berhadapan, di atas
jari telunjuk yang ditempat kan hulahoop kemudian secara bersamaan semua
anggota kelompok secara bersama - sama mengangkat hulahoop sampai
tinggi tangan, apabila salah atau jatuh maka kelempok tersebut harus
kembali lagi dari awal. Tujuan dari permainan ini untuk melatih peserta
OMB dalam kepemimpinan, komunikasi, fokus pada tugas, dan tanggung
jawab keberhasilan tim. Dan bagi kelompok yang berhasil panitia
memberikan bintang pada papan kelompoknya. Semakin banyak bintang yang
di peroleh dalam setiap permain maka kelompok tersebutlah sebagai
pemanangnya.
Ketua Pelaksana OMB, Irman F Saputra, mengatakan bahwa tema yang
diusung tahun ini memiliki makna yang sangat mendalam, “There’s More to
Life, marilah mahasiswa bersama-sama memiliki mimpi, dan mewujudkannya
di UMN. Makanya ada satu slogan “Aku Hadir Meraih Mimpi.” Baginya,
setiap orang tidak memiliki batasan untuk bermimpi dan berbuat lebih
untuk sesama.
Salah satu kelompok peserta OMB menyampaikan mimpinya, membuat
sebuah gadget yaitu dompet yang dilengkapi dengan GPS. Dompet ini
bertujuan apabila suatu waktu dompet ini hilang atau kecurian, akan ada
sebuah akses untuk menemukannya kembali. Ini adalah suatu temuan yang
menunjukkan bahwa mereka adalah generasi muda yang penuh mimpi,
berkreatifitas tinggi, serta memiliki inovasi unik. “Dan UMN adalah
tempat yang tepat untuk mewujudkan mimpi-mimpi kami.” Ujarnya.
Kuliah di Jakarta untuk jurusan program studi Teknik Informatika, Sistem Informasi, Sistem Komputer, Akuntansi, Manajemen, Ilmu Komunikasi, dan Desain Komunikasi Visual, di Universitas Multimedia Nusantara.
Pendaftaran online klik disini
Beda Jurusan Ilmu Komputer, Teknik Informatika, Sistem Informasi dan Teknik Elektro
Apa sih bedanya Jurusan Ilmu Komputer, Teknik Informatika, Sistem Informasi dan Teknik Elektro itu.
Pertama, Jurusan Ilmu Komputer itu
adalah jurusan yang mempelajari segala hal yang berkaitan dengan
komputer, baik dari segi Hardware maupun softwarenya.Bagi yang berminat
di bidang Hardware lebih baik mengambil jurusan teknik komputer,
sedangkan bagi yang lebih berminat pada bidang software dapat
memperdalam di jurusan Teknik Informatika.
dan menurut Wikipedia, Ilmu komputer (bahasa Inggris: Computer Science),
secara umum diartikan sebagai ilmu yang mempelajari baik tentang
komputasi, perangkat keras (hardware) maupun perangkat lunak (software).
Ilmu komputer mencakup beragam topik yang berkaitan dengan
komputer, mulai dari analisa abstrak algoritma sampai subyek yang lebih
konkret seperti bahasa pemrograman, perangkat lunak, termasuk perangkat
keras. Sebagai suatu disiplin ilmu, Ilmu Komputer lebih menekankan pada pemrograman komputer, dan rekayasa perangkat lunak (software), sementara teknik komputer
lebih cenderung berkaitan dengan hal-hal seperti perangkat keras
komputer (hardware). Namun demikian, kedua istilah tersebut sering
disalah-artikan oleh banyak orang.
Prospek / Lapangan kerja bagi lulusan Ilmu Komputer:
Sarjana Ilmu Komputer sering dibutuhkan hampir di semua perusahaan karena pada saat ini tidak terlepas dari peranan komputer.
Teknik Informatika adalah jurusan yang mempelajari bagaimana logika-logika matematika yang digunakan pada sistem informasi.
Perancangan desain informasi, pembuatan software, web design, dll
merupakan hal yang menjadi bidang garap jurusan ini Kemampuan di bidang
matematika akan sangat diperlukan dalam mendalami bidang informatika.
Prospek / Lapangan kerja bagi lulusan Teknik Informatika:
Berbagai
perusahaan yang berkaitan dengan informasi dan komunikasi sangat
membutuhkan jurusan ini, seperti PT Telkom, Indosat dan dapat bekerja
mandiri sebagai programming, perancang web dll.
Sistem Informasi adalah
jurusan yang pada dasarnya masih berkaitan dengan informatika. Bisa
dikatakan bahwa sistem informasi merupakan salah satu aplikasi dari Teknik Informatika.
menurut Wikipedia, Sistem Informasi adalah
aplikasi komputer untuk mendukung operasi dari suatu organisasi yaitu:
operasi, instalasi, dan perawatan komputer, perangkat lunak, dan data. Sistem Informasi Manajemen adalah kunci dari bidang yang menekankan finansial dan personal manajemen. 'Sistem Informasi'
dapat berupa gabungan dari beberapa elemen teknologi berbasis komputer
yang saling berinteraksi dan bekerja sama berdasarkan suatu prosedur
kerja (aturan kerja) yang telah ditetapkan, dimana memproses dan
mengolah data menjadi suatu bentuk informasi yang dapat digunakan dalam
mendukung keputusan.
Prospek / Lapangan kerja bagi lulusan Sistem Informasi:
Berbagai
perusahaan seluler, Stasiun Televisi, Departemen Perhubungan,
Departemen Tenaga Kerja dan kantor-kantor lain yang banyak menggunakan
database sebagai acuan
Teknik Elektro adalah
jurusan yang berkaitan dengan kelistrikan. Karena keluasan bidang
kelistrikan maka teknik elektro mempunyai berbagaispesialisasi antara
lain, Teknik ketenagaan (arus kuat) Telekomunikasi (arus lemah), Sistem
kontrol, Elektronika dan Komputer.
Prospek / Lapangan kerja bagi lulusan Teknik Elektro:
Kuliah di Jakarta untuk jurusan program studi Teknik Informatika, Sistem Informasi, Sistem Komputer, Akuntansi, Manajemen, Ilmu Komunikasi, dan Desain Komunikasi Visual, di Universitas Multimedia Nusantara.
Tuesday, May 14, 2013
Posted by UMN
Sistem Informasi
Sistem informasi
Sistem Informasi (SI) [1] adalah kombinasi dari teknologi informasi dan aktivitas orang yang menggunakan teknologi itu untuk mendukung operasi dan manajemen.[2] Dalam arti yang sangat luas, istilah sistem informasi yang sering digunakan merujuk kepada interaksi antara orang, proses algoritmik, data, dan teknologi. Dalam pengertian ini, istilah ini digunakan untuk merujuk tidak hanya pada penggunaan organisasi teknologi informasi dan komunikasi (TIK), tetapi juga untuk cara di mana orang berinteraksi dengan teknologi ini dalam mendukung proses bisnis.[3]Ada yang membuat perbedaan yang jelas antara sistem informasi, dan komputer sistem TIK, dan proses bisnis. Sistem informasi yang berbeda dari teknologi informasi dalam sistem informasi biasanya terlihat seperti memiliki komponen TIK. Hal ini terutama berkaitan dengan tujuan pemanfaatan teknologi informasi. Sistem informasi juga berbeda dari proses bisnis. Sistem informasi membantu untuk mengontrol kinerja proses bisnis.[4]
Alter berpendapat untuk sistem informasi sebagai tipe khusus dari sistem kerja. Sistem kerja adalah suatu sistem di mana manusia dan/atau mesin melakukan pekerjaan dengan menggunakan sumber daya untuk memproduksi produk tertentu dan/atau jasa bagi pelanggan. Sistem informasi adalah suatu sistem kerja yang kegiatannya ditujukan untuk pengolahan (menangkap, transmisi, menyimpan, mengambil, memanipulasi dan menampilkan) informasi.[5]
Dengan demikian, sistem informasi antar-berhubungan dengan sistem data di satu sisi dan sistem aktivitas di sisi lain. Sistem informasi adalah suatu bentuk komunikasi sistem di mana data yang mewakili dan diproses sebagai bentuk dari memori sosial. Sistem informasi juga dapat dianggap sebagai bahasa semi formal yang mendukung manusia dalam pengambilan keputusan dan tindakan.
Sistem informasi merupakan fokus utama dari studi untuk disiplin sistem informasi dan organisasi informatika.[6]
Sistem informasi adalah gabungan yang terorganisasi dari manusia, perangkat lunak, perangkat keras, jaringan komunikasi dan sumber data dalam mengumpulkan, mengubah, dan menyebarkan informasi dalam organisasi.[7]
Sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan. [8]
(sumber http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_informasi)
Kuliah di Jakarta untuk jurusan program studi Teknik Informatika, Sistem Informasi, Sistem Komputer, Akuntansi, Manajemen, Ilmu Komunikasi, dan Desain Komunikasi Visual, di Universitas Multimedia Nusantara.
Wednesday, May 1, 2013
Posted by UMN
Tag :
ict,
informasi,
jakarta,
kuliah,
multimedia,
nusantara,
perguruan tinggi,
sistem,
teknik,
umn,
universitas

