Showing posts with label teknologi. Show all posts
Jadi Penyiar Itu Asyik
October 18, 2013 : by Debora Thea / Universitas Multimedia Nusantara News Service
Trax FM berbagi cerita tentang serunya terjun ke dunia broadcasting khususnya radio dalam TraxWorkshopaholic.
Peserta workshop di Lecture
Hall Kamis (17/10) sore dibuat tertawa dengan humor segar ala Aldy dan
Dery, penyiar Morning Zone Trax FM. Mereka sebagai MC membuat suasana
menjadi hidup dan tidak membosankan dari awal workshop. Selain mereka, adapula tiga pembicara lain dari kru Trax yang sharing seputar kehidupan siaran; Joey (penyiar), Sawi (Produser), Didot (Program Director)
Sebagai salah satu penyiar, Joey lebih
menjelaskan mengenai apa sih sebenarnya esensi dari penyiar di kala
jaman sekarang ini sekian juta lagu sudah bisa didownload dengan mudah
dan didengarkan di mana saja. Informasi pun sudah bisa dicari di twitter
atau social media lainnya sehingga penyiar kalah cepat. “Job desk penyiar itu sekarang kurang lebih menjadi partner atau teman si pendengar secara personal. Kita dilatih supaya sengobrol
mungkin dengan orang, jadi teman dan sahabat yang baik, bisa menemani
waktu lagi kena macet, atau bisa bikin hari yang tadinya butek jadi happy,” jelas Joey.
Lalu bagaimana menjadi penyiar yang baik? Menurut Joey, industri broadcasting perlu orang-orang yang benar-benar memiliki passion untuk jadi penyiar radio, bukan hanya yang sekedar ingin menjadikan profesi radio announcer sebagai batu loncatan. “Radio perlu orang-orang yang enggak cukup puas dengan keseragaman misalnya dalam hal lagu. Kalau cuma puas dengan lagu-lagu yang secara rating bagus, industri ini enggak akan ke mana-mana,” tuturnya.
Hal paling penting yang perlu diingat
dan ditanamkan dalam diri penyiar ialah hendaknya selalu menjadi diri
sendiri, natural. “Teknik dan skill bisa dipelajari, knowledge bisa dicari, tapi kalau karakter cuma kita yang punya, sesuatu yang ada di dalam diri kita yang bisa digali dan dikembangkan. Enggak perlu berusaha untuk jadi orang lain. Mereka-mereka yang berhasil itu mereka yang jadi diri sendiri. Just be the best version of you,” ungkap Joey di akhir sesinya.
Dominique Sawi, produser Morning Zone,
turut membagikan pengalamannya selama tiga tahun menjadi produser
beberapa program Trax FM seperti Skul Desak, Kompak Kampus dan Zona
Cinta. “Produser di radio itu menyiapkan sesuatu untuk dipresent
oleh penyiar. Dia harus tau karakter dari penyiar yang berbeda-beda, ini
berkaitan dengan penulisan skrip. Kalau di Trax, produser juga
merangkap jadi reporter, meliput event-event dan live report,” tutur Sawi.
Serunya bekerja di broadcasting ialah setiap harinya mengalami hal-hal yang berbeda, tidak monoton dan challengenya selalu baru. Bisa datang ke event-event
yang menarik misalnya konser asing dan bertemu artis favorit seperti
yang pernah dialami Sawi. Tapi tentunya setiap pekerjaan punya tantangan
tersendiri.
“Challengenya sebagai produser
itu kita dituntut untuk kreatif. Cara untuk jadi kreatif ada dua menurut
saya. Yang ribet dan yang mudah. Cara yang ribet butuh waktu dan uang
kayak kursus, kuliah, seminar. Sedangkan yang mudah itu bagi saya, kita
cukup power nap selama 30 detik – 15 menit untuk istirahatkan
pikiran sejenak, setelah bangun, mulailah cari dari hal-hal di sekitar
kita. Setelah ketemu satu hal, tuliskan sebanyak-banyaknya apa saja yang
dipikirkan mengenai hal itu. Lalu pilihlah yang bagus-bagus dan
terakhir disusun untuk jadi satu ide.”
Sesi terakhir menjadi giliran untuk
Didot, Program Director Trax FM untuk menjelaskan struktur organisasi
dari Trax FM, posisi-posisi apa saja yang membuat radio tersebut hidup.
Dan demikian berakhirlah workshop asyik hasil kerja sama UMN
Radio dan Trax FM ini. Semoga apa yang sudah dibagikan dapat bermanfaat
bagi peserta kelak terutama yang ingin mejadi radio announcer. (*)
Kuliah di Jakarta untuk jurusan program studi Teknik Informatika|Sistem Informasi|Sistem Komputer|Akuntansi|Manajemen|Ilmu Komunikasi|Desain Komunikasi Visual, di Universitas Multimedia Nusantara. www.umn.ac.id
Monday, October 21, 2013
Posted by UMN
Wicked Thursday Night
October 18, 2013 : by Debora Thea / Universitas Multimedia Nusantara News Service
Dalam rangka perayaan Halloween
yang akan jatuh di akhir bulan ini, UMN Night Oktober mengangkat tema
‘Wicked Night’ pada Kamis (17/10).
Setelah digelar pada 19 September
lalu, UMN Night kembali hadir di Broadway SMS kemarin malam dengan
suasana yang berbeda. Dekorasi panggung dibuat ala Halloween dengan
hiasan labu dan permen-permen. Dari performer pun ada yang menggunakan kostum unik.
Acara dibuka dengan street dance oleh duo Ivan & Jason. Mereka menunjukkan kemampuan melakukan gerakan keren yang telah diasah dalam UKM street dance di panggung UMN Night. Setelah itu dilanjutkan Marvellous dance yang terdiri dari dua gadis angkatan 2013 Elvi & Vicky dengan modern dancenya, diiringi oleh DJ Imanes. Sebelum band-band unjuk gigi, MC mengadakan games. Mereka mengajak dua orang penonton untuk meniru dance ala Elvi & Vicky. Ivan yang sebelumnya perform street dance menjadi salah satu yang ditantang untuk MD.
Tibalah giliran para band mengguncang
Broadway. Bukan hanya musik pop saja tapi rock juga membahana dari
penampilan Ala Kadar dan The Chronicles. Masing-masing menunjukkan warna
yang berbeda. Dan ternyata perfomer bukan hanya dari dancer atau band saja tapi juga ada cosplay
dari UKM J-Café. Ini merupakan UKM yang beranggotakan penggemar anime
Jepang. Kostum yang mereka gunakan seperti seragam sekolah karakter
anime. Disediakan juga photobooth untuk pengunjung yang mau berfoto
bersama J-Café.
Sitback, band rock yang sudah meluncurkan album ini, menjadi last performer
di Wicked Night. Mereka pun mengajak dua vokalis dari band yang berbeda
untuk mengkolaborasikan aliran pop dan rock sehingga menghasilkan
penutupan yang meriah.
Bagi yang belum sempat menonton, tak
perlu khawatir, UMN Night akan hadir kembali bulan depan dengan
bertemakan ‘Tribute to Westlife’. Kamu penggemar Westlife? Jangan
lewatkan ya! (*)
Kuliah di Jakarta untuk jurusan program studi Teknik Informatika|Sistem Informasi|Sistem Komputer|Akuntansi|Manajemen|Ilmu Komunikasi|Desain Komunikasi Visual, di Universitas Multimedia Nusantara. www.umn.ac.id
Posted by UMN
Tren Aplikasi Banking
October 3, 2013 : by Debora Thea / Universitas Multimedia Nusantara News Service
Terlepas dari sistem banking yang konvensional, ada beberapa metode aplikasi banking modern yang bisa diterapkan dan diarahkan untuk menjadi the future of banking.
Dalam
seminar bertajuk ‘Tren Aplikasi Banking’ yang dibawakan Pak Adriansyah
dari Anabatic Technology, dijelaskan tiga metode yang memudahkan orang
untuk berbanking, sehingga tak perlu lagi melakukan cara-cara konvensional.
Metode-metode tersebut antara lain :
• Branchless Banking, menyediakan jasa banking di luar cara-cara tradisional. Dikemas dengan dua cara seperti web/phone banking atau adanya agen bank (orang luar yang bekerja mengatas namakan bank) untuk menjangkau masyarakat yang berada di daerah-daerah yang belum terjamah.
• Electronic Money, penting mengapa? Karena untuk mencetak uang secara cash butuh biaya yang banyak. Biaya untuk mencetak koin seribu perak lebih besar dari seribu perak. Kalau uang kertas sudah banyak yang kusam dan tak layak, harus dimusnahkan dan perlu dicetak ulang lagi. Kemudian untuk menghindari resiko pemalsuan uang kertas. Electronic Money ada chip dan pin yang bisa membuatnya lebih aman. Selain itu, electronic money bisa dilimit untuk menghindari korupsi.
• Mobile Payment Melihat dari jumlah pengguna smartphone, di Indonesia ranking ke 8 (hingga 2012) Phone berubah menjadi dompet, bisa untuk ticketing, booking, mobile advertising, cash payment, banking.
Ketiga aplikasi tersebut memiliki kesamaan yaitu Mobility akan dijadikan the future of banking. Supaya banyak yang mau menggunakannya, sistem pun harus beroperasi dengan cepat, nyaman dan aman. Untuk itu, semuanya pasti harus menjalani sertifikasi keamanan terlebih dulu. (*)
Metode-metode tersebut antara lain :
• Branchless Banking, menyediakan jasa banking di luar cara-cara tradisional. Dikemas dengan dua cara seperti web/phone banking atau adanya agen bank (orang luar yang bekerja mengatas namakan bank) untuk menjangkau masyarakat yang berada di daerah-daerah yang belum terjamah.
• Electronic Money, penting mengapa? Karena untuk mencetak uang secara cash butuh biaya yang banyak. Biaya untuk mencetak koin seribu perak lebih besar dari seribu perak. Kalau uang kertas sudah banyak yang kusam dan tak layak, harus dimusnahkan dan perlu dicetak ulang lagi. Kemudian untuk menghindari resiko pemalsuan uang kertas. Electronic Money ada chip dan pin yang bisa membuatnya lebih aman. Selain itu, electronic money bisa dilimit untuk menghindari korupsi.
• Mobile Payment Melihat dari jumlah pengguna smartphone, di Indonesia ranking ke 8 (hingga 2012) Phone berubah menjadi dompet, bisa untuk ticketing, booking, mobile advertising, cash payment, banking.
Ketiga aplikasi tersebut memiliki kesamaan yaitu Mobility akan dijadikan the future of banking. Supaya banyak yang mau menggunakannya, sistem pun harus beroperasi dengan cepat, nyaman dan aman. Untuk itu, semuanya pasti harus menjalani sertifikasi keamanan terlebih dulu. (*)
Kuliah di Jakarta untuk jurusan program studi Teknik Informatika|Sistem Informasi|Sistem Komputer|Akuntansi|Manajemen|Ilmu Komunikasi|Desain Komunikasi Visual, di Universitas Multimedia Nusantara. www.umn.ac.id
Thursday, October 3, 2013
Posted by UMN
Gerbang Menuju Karir
October 3, 2013 : by Debora Thea / Universitas Multimedia Nusantara News Service
Inilah sebuah kesempatan emas khususnya bagi mahasiswa tingkat akhir yang akan segera terjun ke dunia kerja yang sesungguhnya. Sebanyak 60 perusahaan hadir untuk menawarkan posisi yang diiginkan pelamar.
Rangkaian Career dan Scholarship Day periode Oktober 2013 dimulai pada tanggal 1, dengan diselenggarakannya dua seminar di hari yang sama. Topik pertama yakni ‘sukses dalam interview kerja’ dengan pembicara Bapak Jimmy Perangin-angin, Division Head of HR, GA & Legal PT. Erajaya Tbk. Beliau menjelaskan mengenai tahap-tahap awal dalam melamar pekerjaan seperti bagaimana menulis CV yang baik, trik dalam melakukan interview.
Sedangkan sesi kedua dibawakan oleh Ibu Elisa Tanzino, HR Generalist PT. Santos Jaya Abadi (Kapal Api) mengenai ‘personal branding’. Berbeda dengan topik pertama, topik ini lebih membahas mengenai bagaimana personality yang bagus agar kita bisa diterima oleh orang lain (dalam hal ini perusahaan).
Untuk pameran karirnya sendiri diadakan tanggal 2-3 Oktober di Function Hall UMN. Perusahaan yang diundang mencakup keseluruhan bidang studi UMN (Ilkom, DKV, Ekonomi dan ICT). Mereka tidak hanya menyediakan tempat untuk bekerja tapi juga untuk magang.“Antusiasme dari mahasiswa cukup tinggi, ramai. Tapi memang bedanya saat periode April kemarin lebih banyak aplikan untuk magang, sedangkan yang sekarang lebih ke kerja,” ungkap Ibu Ika Yanuarti daribidang Career Development UMN.
Sejak tahun 2013, Career & Scholarship Day dilaksanakan dua kali, yakni April dan Oktober, bertepatan denganwisuda mahasiswa bulan Mei dan November. Selain untuk mahasiswa yang akan diwisuda, kesempatan ini juga terbuka untuk alumni UMN. (*)
Kuliah di Jakarta untuk jurusan program studi Teknik Informatika|Sistem Informasi|Sistem Komputer|Akuntansi|Manajemen|Ilmu Komunikasi|Desain Komunikasi Visual, di Universitas Multimedia Nusantara. www.umn.ac.id
Posted by UMN
Mari Bangga Berbatik
October 2, 2013 : by Debora Thea / Universitas Multimedia Nusantara News Service
Dalam rangka memperingati hari batik nasional yang jatuh pada tanggal 2 Oktober, segenap civitas akademika UMN dihimbau untuk menggunakan batik. Terlihat cukup banyak dari mereka yang menjalankan aktivitas di kampus hari ini dengan batik yang beragam. Di samping bentuk fisiknya, batik ternyata memiliki arti tersendiri di mata para mahasiswa.
Diharapkan nantinya batik tidak hanya digunakan di hari batik nasional saja tetapi juga di hari-hari biasa. Mari bangga dengan warisan budaya kita! (*)
Kuliah di Jakarta untuk jurusan program studi Teknik Informatika|Sistem Informasi|Sistem Komputer|Akuntansi|Manajemen|Ilmu Komunikasi|Desain Komunikasi Visual, di Universitas Multimedia Nusantara. www.umn.ac.id
Posted by UMN
Para calon Instruktur Kunjungi Universitas Multimedia Nusantara
September 30, 2013 : by Debora Thea / Universitas Multimedia Nusantara News Service
Dalam rangka menambah ilmu sebagai
calon instruktur, peserta diklat dari STPI menunjuk UMN sebagai sarana
pembelajaran, Senin (30/9).
“Kunjungan ini tujuannya untuk
mendidik dan membina peserta diklat yang diarahkan untuk menjadi
instruktur yang baik, berkompeten dan memiliki sertifikat
keinstrukturan. Jadi para peserta setelah lulus berhak mengajar di
wilayahnya masing-masing,” jelas Pak Karsono, Koordinator Penyelenggara
Diklat Pusat Pengembangan SDM Perhubungan Udara.
Sebanyak 18 orang calon instruktur
yang datang ke UMN merupakan peserta diklat STPI angkatan ke-50 yang
berasal dari berbagai daerah dan latar belakang. UMN dipilih sebagai
sarana pembelajaran dengan beberapa alasan. “Kita mau lihat bagaimana
profil UMN, apa sih produk-produk unggulannya, fasilitasnya apa. Biar
nantinya ada perbandingan jika para peserta pulang ke daerah
masing-masing,” tutur Pak Karsono.
Di awal kunjungan, mereka
diperkenalkan pada UMN melalui video company profil, dan ilmu mengenai
teknologi informasi oleh Dr. P.M. Winarno. Setelah itu diajak untuk
campus visit melihat fasilitas UMN dimulai dari ruang kelas, studio
brodcasting, kantin, lecture theatre, laboratorium hingga business
incubator.
“Saya tertarik sekali dengan gedungnya
yang desainnya unik dan futuristik, fasilitasnya juga bagus menunjang
untuk perkuliahan. Untuk presentasi tentang teknologi juga menambah ilmu
saya. Mudah-mudahan nantinya bisa diaplikasikan di tempat kerja kita
masing-masing dan bisa mengikuti apa yang sudah dilakukan di sini,”
jelas Anissa, salah satu peserta diklat. (*)
Kuliah di Jakarta untuk jurusan program studi Teknik Informatika|Sistem Informasi|Sistem Komputer|Akuntansi|Manajemen|Ilmu Komunikasi|Desain Komunikasi Visual, di Universitas Multimedia Nusantara. www.umn.ac.id
Wednesday, October 2, 2013
Posted by UMN
Stop Tawuran dengan Kreativitas
September 28, 2013 : by Debora Thea / Universitas Multimedia Nusantara News Service
Berangkat dari kasus tawuran antar
pelajar di tahun 2012, Ganesha ITB 83 Foundation mencanangkan gerakan
anti tawuran dengan menggunakan media berbasis kreatifitas yang
merangkul mahasiswa-mahasiswi jurusan DKV di seluruh Indonesia.
Peristiwa tawuran antara pelajar SMA
70 dengan SMA 6 yang memakan korban jiwa serta tawuran yang terus
menerus terjadi hingga saat ini, menjadi suatu keprihatinan yang
akhirnya mendorong alumni ITB ‘83 khususnya prodi DKV untuk melakukan
kampanye sosial dengan membuat poster. Gerakan yang dimulai sejak tahun
lalu ini merupakan gerakan pertama yang melibatkan mahasiswa-mahasiswi
DKV dalam jumlah besar.
“Kami mengajak dan menghimbau civitas
DKV seluruh Indonesia untuk ramai-ramai membuat poster. Ternyata animo
dan partisipasi mahasiswa DKV ini membanggakan dan membahagiakan karena
telah terkumpul 1500 poster,” jelas ibu Uci, perwakilan dari Ganesha ITB
’83.
Poster-poster yang telah diterima
dipilih berdasarkan beberapa kriteria tertentu untuk didokumentasikan ke
dalam sebuah buku. “Poster yang dimuat tentunya tidak menjiplak, tidak
terlalu vulgar atau mengandung unsur violence maupun berdarah-darah.
Banyak yang mengirimkan karya dengan memperlihatkan darah dan kekerasan.
Kita menyeleksi berdasarkan hal itu, bukan karena bagus atau tidak
bagus. Karena ini merupakan gerakan pertama maka semua yang
berpartisipasi kita berikan apresiasi,” ungkap ibu Uci. Bagi karya yang
tidak ada di buku, telah dipamerkan dalam poster sepanjang 500 meter.
Dari seluruh partisipan, civitas UMN
boleh berbangga karena memiliki partisipan terbanyak. Jumlah
mahasiswa-mahasiswi yang ikut sekitar 150 mahasiswa dengan 76 karya yang
dibukukan. Ibu Uci juga memiliki kesan terhadap karya-karya anak UMN.
“So far karya-karyanya bagus,
lucu, simple dan komunikatif, meskipun ada beberapa yang hasilnya masih
kurang maksimal. Diharapkan di kegiatan selanjutnya teman-teman dari UMN
bisa mengerjakan semuanya dengan passion sebagai seorang desainer
grafis. Dalam situasi apapun seorang DG harus siap mengkomunikasikan
dengan visual, dengan kata-kata, dengan apapun. Mereka yang harusnya ada
di depan. DKV adalah ujung tombak kampanye sosial,” kata beliau.
Poster book ini akan
disumbangkan ke perpustakaan SMA dan SMK di DKI Jakarta dan juga sudah
diterima oleh Pak Jokowi. Beliau berjanji untuk melanjutkan gerakan
tersebut dan memuji bahwa karya-karya para mahasiswa luar biasa.
Untuk ke depannya, gerakan ini akan
tetap dipertahankan yaitu dengan Peace Festival yang rencananya akan
diselenggarakan tahun depan. Lalu akan ada pembuatan networking bagi
anak DKV antar universitas di seluruh Indonesia sehingga mereka bisa
saling terhubung. “Kita sama-sama bergabung dalam satu momen membuat
satu gerakan untuk isu tertentu. Ini bisa menjadi sumbangan atau karya
bakti DKV untuk bangsa,” tutur ibu Uci. (*)
Kuliah di Jakarta untuk jurusan program studi Teknik Informatika|Sistem Informasi|Sistem Komputer|Akuntansi|Manajemen|Ilmu Komunikasi|Desain Komunikasi Visual, di Universitas Multimedia Nusantara. www.umn.ac.id
Posted by UMN
How To Be a Casting Director
September 28, 2013 : by Debora Thea / Universitas Multimedia Nusantara News Service
Seorang casting director ternyata
tidak hanya menilai aktor dan aktris dari kemampuan aktingnya saja,
tetapi ada hal-hal lain yang lebih penting dalam menentukan pemain yang
tepat.
“Ada tiga hal yang perlu dipikirkan oleh casting director
dari seorang aktor. Pertama aktingnya, kedua produksinya dan ketiga
manajemennya. Kita butuh aktor yang buka hanya jago akting tapi juga
personality yang baik supaya tidak menyusahkan sewaktu produksi. Maka
itu harus digali potensi-potensi yang ada di balik penampilan aktor,”
jelas Bowie Budianto, Ketua Asosiasi Casting Indonesia (ACI) dalam
seminar CASTING DKV di Lecture Hall UMN, Selasa (24/9) lalu.
Dalam sharingnya, Bowie menjelaskan bahwa para casting director
bertanggung jawab langsung kepada produser dan sutradara atas pemain
yang mereka pilih. “Kita bertindak seperti HRD, harus tau menempatkan
orang di posisi yang tepat dan waktu yang tepat, jago negosiasi, dan
bisa menjual pemain. Kita perlu paham kondisi dunia selebritis supaya
bisa tau seperti apa posisi pemain di mata masyarakat dan apakah sang
sutradara mampu untuk mendirect pemain seperti ini.”
Sebelum menetapkan aktor atau aktris untuk suatu peran, casting director
sebagai orang pertama yang menerima skrip dari sutradara dan produser,
harus membaca skrip tersebut berulang kali. Hal ini dibutuhkan karena
bukan hanya sekedar tau suatu karakter dalam skrip seperti apa, tapi
juga bagaimana karakter tersebut bisa berinteraksi dengan karakter lain
serta adakah perkembangan karakter. Setelah itu baru melakukan casting.
Bowie juga mengutarakan bahwa casting director
di Indonesia memiliki tugas yang ‘lebih berat’ dibandingkan dengan di
luar negeri. “Banyak aktor kita yang tidak melakukan riset lebih dulu
tentang karakter yang akan mereka perankan saat casting. Istilahnya kita manggil mereka dan kita 'suapin'. Kita kasih skrip dan kita juga yang explain
ke mereka bagaimana sih karakternya, gimana cara memerankannya.
Sedangkan kalau di luar negeri, para aktor telah melakukan PR mereka itu
sendiri, sehingga sudah siap saat mau casting.”
Seminar tersebut turut dihadiri oleh
casting director film Habibie & Ainun yang turut membagikan
pengalamannya ketika mencasting dan akhirnya menetapkan Reza Rahardian
sebagai Habibie. Diharapkan mahasiswa-mahasiswi DKV yang telah hadir
kemarin mendapatkan ilmu yang bisa diaplikasikan ketika akan mencasting
orang saat membuat film. (*)
Kuliah di Jakarta untuk jurusan program studi Teknik Informatika|Sistem Informasi|Sistem Komputer|Akuntansi|Manajemen|Ilmu Komunikasi|Desain Komunikasi Visual, di Universitas Multimedia Nusantara. www.umn.ac.id
Posted by UMN
Kunjungan Seru dan Mendidik ke Universitas Multimedia Nusantara
September 16, 2013 : by Debora Thea / Universitas Multimedia Nusantara News Service
Program campus visit yang
diperuntukkan untuk siswa dan siswi SMA/SMK kembali diselenggarakan pada
Senin (16/9). Kali ini giliran SMA Kristoforus 2, SMK Mutiara Bangsa
dan SMA Negeri 1 Manado yang mendapatkan kesempatan untuk mengunjungi
dan menikmati rangkaian acara yang telah dipersiapkan.
Sebagai pembuka, para siswa dan siswi
diberikan suguhan berupa karya-karya mahasiswa-mahasiswi UMN yang
dikemas dalam tayangan video. Kemudian, Pak Arif dari Marketing
memberikan kata sambutan diikuti dengan penampilan video company profil
UMN dan Kompas Gramedia. Beliau juga menjelaskan mengenai jalur
pendaftaran yang bisa ditempuh sekaligus program Beasiswa serta profit
lainnya jika menjadi mahasiswa-mahasiswi UMN.
Acara dilanjutkan dengan workshop
prodi di mana siswa dan siswi mendapatkan kesempatan untuk memilih satu
dari 7 workshop yang diselenggarakan sesuai dengan minat mereka.
Workshop tersebut antara lain Game Development (Teknik Informatika),
E-Commerce (Sistem Informasi), Have Fun with Your Android Device (Sistem
Komputer), Penggunaan Sistem Informasi Akuntansi (Akuntansi), Business
Canvas Simulation (Manajemen), Animasi 3D Max (DKV) dan TV Production
(Ilmu Komunikasi).
Tentunya dengan berbagai workshop,
siswa dan siswi mendapatkan bekal ilmu yang berguna sekaligus bisa
dikembangkan kembali jika mereka berkuliah di UMN nantinya. Seusai
menghadiri workshop, mereka dipandu untuk campus tour, diperkenalkan
pada fasilitas-fasilitas yang ada di kampus ini. Agar kunjungan lebih
seru, mereka juga diberikan ‘tugas’ untuk sharing foto-foto selama
campus tour ke twitter UMN.
Di akhir acara, dipilih pemenang twit terbaik serta pemberian testimoni kesan-kesan selama kunjungan.
Tak lupa, para peserta campus tour
berfoto bersama sebelum meninggalkan kampus. Berakhir sudah rangkaian
acara campus visit hari ini, semoga bermanfaat bagi para peserta! (*)
Kuliah di Jakarta untuk jurusan program studi Teknik Informatika, Sistem Informasi, Sistem Komputer, Akuntansi, Manajemen,Ilmu Komunikasi, dan Desain Komunikasi Visual, di Universitas Multimedia Nusantara.
www.umn.ac.id
www.umn.ac.id
Posted by UMN
Menjadi Enterpreneur Mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara Ciptakan Dream Box
September 10, 2013 : by Chininta Rizka Angelia / Universitas Multimedia Nusantara News Service
“Saat ini kami sudah project dari perusahaan dengan brand Castrol, Top
One, Marina, dan lain sebagainya. Perusahaan ini lebih ke Bussiness to
Bussiness. Yang lebih membanggakan adalah kami diminta untuk membuat
website Pos Logistik, yang berada di bawah naungan Pos Indonesia”, ujar
Aland.
Berawal dari Business Plan Competition yang
diadakan oleh Bussiness Incubator UMN, keempat lelaki ini memulai
kariernya. Mereka men-submit 3 ide bisnis dan pada akhirnya 1 ide yang
lolos masuk ke final. Setelah melewati tahapan seleksi ide bisnis dan
presentasi, mereka berhasil meraih juara 1 Bussiness Plan Competition.
Mereka adalah Timothy (Teknik Informatika 2009), Osbert Adrianto dan
Daniel Hermansyah (Akuntansi 2009), Aland Sinduartha (Desain Komunikasi
Visual 2009), yang tergabung dalam ‘Dream Box’.
Menyisihkan 4 finalis lainnya, tim ‘Dream Box’ mendapatkan kesempatan untuk mengimplementasikan bisnis mereka di bawah naungan divisi Bussiness Incubator. Bussiness Incubator yang dikomersilkan dengan nama “Sky Star Ventures” diharapkan menjadi sebuah perusahaan yang dapat membimbing start-up start-up bisnis, bukan hanya sebuah ide melainkan menjadi usaha nyata.
Saat ini, Dream Box merupakan satu-satunya tenant yang berada di bawah naungan Sky Star Ventures. Berasal dari latar belakang yang berbeda, mereka mampu berkomitmen untuk membangun sebuah bisnis. “Tim kita terdiri dari anak IT, desain, dan akuntansi. Kita saling melengkapi. Misalnya, anak Desain punya konsep bagus tapi percuma ngga ngerti koding, sementara IT bisa koding tapi desainnya ngga bagus, jadi kurang maksimal. Kita memiliki komitmen untuk rela menahan ego masing-masing, bisa bekerja sama, dan bisa menerima saran dari orang lain”, ujar Daniel.
Bisnis yang diusung oleh mereka terkait dengan IT and Design House. Project-project yang mereka terima dapat dikatakan ‘WOW’ untuk sebuah kelompok bisnis yang masih berumur setahun jagung. “Saat ini kami sudah project dari perusahaan dengan brand Castrol, Top One, Marina, dan lain sebagainya. Perusahaan ini lebih ke Bussiness to Bussiness. Yang lebih membanggakan adalah kami diminta untuk membuat website Pos Logistik, yang berada di bawah naungan Pos Indonesia”, ujar Aland.
Dengan bekal dan pengalaman yang dimiliki ‘Dream Box’ saat ini, mereka memiliki target dan harapan yang harus dicapai nantinya. “Saat ini kita merasa masih belum fokus, ditawarin apa aja bisa. Harapannya kita bisa lebih fokus, punya spesialisasi, punya human resources yang banyak biar bisa menerima project besar”, tambah Aland.
Menyisihkan 4 finalis lainnya, tim ‘Dream Box’ mendapatkan kesempatan untuk mengimplementasikan bisnis mereka di bawah naungan divisi Bussiness Incubator. Bussiness Incubator yang dikomersilkan dengan nama “Sky Star Ventures” diharapkan menjadi sebuah perusahaan yang dapat membimbing start-up start-up bisnis, bukan hanya sebuah ide melainkan menjadi usaha nyata.
Saat ini, Dream Box merupakan satu-satunya tenant yang berada di bawah naungan Sky Star Ventures. Berasal dari latar belakang yang berbeda, mereka mampu berkomitmen untuk membangun sebuah bisnis. “Tim kita terdiri dari anak IT, desain, dan akuntansi. Kita saling melengkapi. Misalnya, anak Desain punya konsep bagus tapi percuma ngga ngerti koding, sementara IT bisa koding tapi desainnya ngga bagus, jadi kurang maksimal. Kita memiliki komitmen untuk rela menahan ego masing-masing, bisa bekerja sama, dan bisa menerima saran dari orang lain”, ujar Daniel.
Bisnis yang diusung oleh mereka terkait dengan IT and Design House. Project-project yang mereka terima dapat dikatakan ‘WOW’ untuk sebuah kelompok bisnis yang masih berumur setahun jagung. “Saat ini kami sudah project dari perusahaan dengan brand Castrol, Top One, Marina, dan lain sebagainya. Perusahaan ini lebih ke Bussiness to Bussiness. Yang lebih membanggakan adalah kami diminta untuk membuat website Pos Logistik, yang berada di bawah naungan Pos Indonesia”, ujar Aland.
Dengan bekal dan pengalaman yang dimiliki ‘Dream Box’ saat ini, mereka memiliki target dan harapan yang harus dicapai nantinya. “Saat ini kita merasa masih belum fokus, ditawarin apa aja bisa. Harapannya kita bisa lebih fokus, punya spesialisasi, punya human resources yang banyak biar bisa menerima project besar”, tambah Aland.
Kuliah di Jakarta untuk jurusan program studi Teknik Informatika, Sistem Informasi, Sistem Komputer, Akuntansi, Manajemen, Ilmu Komunikasi, dan Desain Komunikasi Visual, di Universitas Multimedia Nusantara.
www.umn.ac.id
Posted by UMN
Mahasiswa Magang UMN Mengadakan Metamorfosa Batik Indonesia
September 9, 2013 : by Jesslyn Catherine / Universitas Multimedia Nusantara News Service
“Kami sudah berusaha keras untuk acara ini. Mulai dari membuat konsep
acara, mencari pengisi acara, mengontak seluruh media, mencari
sponsorship, sampai mengeksekusi acara hari ini. Syukurlah, semua
berjalan lancar!”, ujar Merli, salah satu anak UMN.
Keindahan batik nusantara tidak pernah hilang dari masa ke masa, dengan berbagai ragam dan motifnya batik selalu jadi pusat perhatian fashion dari berbagai penjuru dunia. Metamorfosa Batik Indonesia merupakan acara yang mengangkat tren batik modern dengan tujuan untuk mendukung perkembangan budaya lokal di tengah maraknya budaya asing di Indonesia. Acara yang berlangsung pada hari Sabtu, 7 September 2013 pukul 14.00-17.00 WIB bertempat di Nareswari Lounge (Ground Floor), Mall Alam Sutera.
Rangkaian acara dalam Metamorfosa Batik Indonesia, meliputi Talk Show “Inspirasi Kreasi Batik” by Carmanita, Fashion Show by Alun-Alun SOGO Indonesia, dan gathering khusus untuk Nareswari Shopping Club member. Carmanita menjadi narasumber di sini berkat hasil karyanya untuk Indonesia yang sudah tidak diragukan lagi.
Acara ini diselenggarakan oleh mahasiswa-mahasiswa program studi Ilmu Komunikasi yang sedang praktik kerja magang di Mall @ Alam Sutera. Di Universitas Multimedia Nusantara (UMN), kerja magang adalah mata kuliah wajib yang harus dijalani ketika mahasiswa UMN memasuki semester 7. Pekerjaan yang diambil pun harus sesuai dengan program studi mereka, sehingga teori yang didapat saat perkuliahan dapat dipraktekkan pada saat kerja magang.
Mahasiswa UMN yang melakukan praktik kerja magang selama 2 bulan di Mall @ Alam Sutera ini diberi kekuasaan penuh untuk mematangkan sebuah konsep event yang akan mereka adakan nantinya. Tugas mereka meliputi menciptakan brand awareness, dealing, dan media relations. Mereka juga dilatih untuk dapat bekerja dengan penuh kreativitas di bawah tekanan dan kendali para atasan mereka.
Acara Metamorfosa Batik Indonesia termasuk sukses, pengunjung yang datang melebihi target. “Kami sudah berusaha keras untuk acara ini. Mulai dari membuat konsep acara, mencari pengisi acara, mengontak seluruh media, mencari sponsorship, sampai mengeksekusi acara hari ini. Syukurlah, semua berjalan lancar!”, ujar Merli, salah satu anak UMN.
Para pengunjung juga memiliki kesan yang baik dalam acara ini. “Acara talkshow bersama Carmanita asik, desainnya bagus, dan acaranya rapi, keren!”, ujar Catherine, salah satu pengunjung Metamorfosa Batik Indonesia.
Metamorfosa Batik Indonesia ini memang bertujuan untuk membangun awareness orang-orang untuk memakai batik, karena bisa dikreasikan dengan bahan lain. Mari hidupkan kembali batik Indonesia! Salam UMN! (*)
www.umn.ac.id
Posted by UMN
Tag :
ict,
indonesia,
jakarta,
kuliah,
nusantara,
perguruan tinggi,
serpong,
social,
teknologi,
teknologi informasi,
tinggi,
universitas
Digital Cinematography di Universitas Multimedia Nusantara
September 5, 2013 : by Jesslyn Catherine / Universitas Multimedia Nusantara News Service
“Seru banget workshopnya! Bisa tahu aktivitas di balik layar, cara ambil gambar dan bikin efek”, ujar salah satu peserta workshop.
Universitas
Multimedia Nusantara (UMN) bangga memiliki program studi Desain
Komunikasi Visual (DKV). Dosen-dosen yang mumpuni dan fasilitas yang
memadai, membuat para mahasiswa DKV tiada henti menciptakan karya.
Karya-karya terbaik mereka sempat diputar di Blitz Megaplex Pacific
Place beberapa bulan lalu. Siapapun bisa menyaksikan karya mereka, tidak
hanya Civitas Academica UMN. Bahkan, sutradara dan produser ternama,
seperti Hanung Bramantyo turut menyaksikannya.
Ilmu dan pengalaman mereka dibagikan kepada para siswa/i SMA melalui workshop dengan tema Digital Cinematography. Sekolah yang berkesempatan untuk ikut diantaranya SMA Islamic Village, SMA Atisa Dipamkara, dan SMK Kanaan. Mereka yang mengikuti workshop ini memang suka nonton film, suka mencari tahu proses pembuatannya, bahkan sudah pernah membuat film.
Di workshop ini, mahasiswa UMN selaku mentor mengajarkan bagaimana proses di balik sebuah layar lebar. Proses dimulai dari mencari talent untuk casting dan menilai acting mereka, menulis naskah, membuat storyboard, mengambil gambar, dan memberi effect yang dibutuhkan dalam film. Mereka juga memberikan informasi mengenai sejarah sinematografi dan character and costume design, di mana mahasiswa mempelajari bagaimana menciptakan sebuah karakter dalam diri seseorang dengan menggunakan teknik make-up tertentu, dan membuat kostum-kostum untuk diperagakan saat Ujian Akhir. Selain itu, mereka juga menceritakan kesempatan bekerja dari lulusan Digital Cinematography, seperti movie director, art director, TV producer, audio man, video editor, dan masih banyak lagi.
“Seru banget workshopnya! Bisa tahu aktivitas di balik layar, cara ambil gambar dan bikin efek”, ujar salah satu peserta workshop.
Digital Cinematography merupakan salah satu peminatan program studi DKV yang ada di UMN. Kegiatan mereka diantaranya pop sicle, UMN Gate, Kino UMN, Ucifest, Ultima Screen. Kegiatan tersebut bertujuan untuk memperkenalkan film-film yang mereka buat selama masa perkuliahan. Khusus UMN gate, mereka membuka kesempatan bagi para siswa/i SMA yang ingin menunjukkan kreatifitasnya dalam membuat film pendek melalui perlombaan antar sekolah. Jadi, jangan ragu, tunjukkan kreativitasmu! (*)
Ilmu dan pengalaman mereka dibagikan kepada para siswa/i SMA melalui workshop dengan tema Digital Cinematography. Sekolah yang berkesempatan untuk ikut diantaranya SMA Islamic Village, SMA Atisa Dipamkara, dan SMK Kanaan. Mereka yang mengikuti workshop ini memang suka nonton film, suka mencari tahu proses pembuatannya, bahkan sudah pernah membuat film.
Di workshop ini, mahasiswa UMN selaku mentor mengajarkan bagaimana proses di balik sebuah layar lebar. Proses dimulai dari mencari talent untuk casting dan menilai acting mereka, menulis naskah, membuat storyboard, mengambil gambar, dan memberi effect yang dibutuhkan dalam film. Mereka juga memberikan informasi mengenai sejarah sinematografi dan character and costume design, di mana mahasiswa mempelajari bagaimana menciptakan sebuah karakter dalam diri seseorang dengan menggunakan teknik make-up tertentu, dan membuat kostum-kostum untuk diperagakan saat Ujian Akhir. Selain itu, mereka juga menceritakan kesempatan bekerja dari lulusan Digital Cinematography, seperti movie director, art director, TV producer, audio man, video editor, dan masih banyak lagi.
“Seru banget workshopnya! Bisa tahu aktivitas di balik layar, cara ambil gambar dan bikin efek”, ujar salah satu peserta workshop.
Digital Cinematography merupakan salah satu peminatan program studi DKV yang ada di UMN. Kegiatan mereka diantaranya pop sicle, UMN Gate, Kino UMN, Ucifest, Ultima Screen. Kegiatan tersebut bertujuan untuk memperkenalkan film-film yang mereka buat selama masa perkuliahan. Khusus UMN gate, mereka membuka kesempatan bagi para siswa/i SMA yang ingin menunjukkan kreatifitasnya dalam membuat film pendek melalui perlombaan antar sekolah. Jadi, jangan ragu, tunjukkan kreativitasmu! (*)
Kuliah di Jakarta untuk jurusan program studi Teknik Informatika, Sistem Informasi, Sistem Komputer, Akuntansi, Manajemen, Ilmu Komunikasi, dan Desain Komunikasi Visual, di Universitas Multimedia Nusantara.
www.umn.ac.id
Posted by UMN
Tag :
informasi,
jakarta,
kampus,
nusantara,
serpong,
sistem informasi,
teknik,
teknologi,
teknologi informasi,
umn
Bikin Program Televisi di Studio TV Universitas Multimedia Nusantara
September 4, 2013 : by Jesslyn Catherine / Universitas Multimedia Nusantara News Service
“TV
production ini agar anak-anak tahu bagaimana cara memproduksi program
TV dan mengoperasikan alat-alatnya.” Ujar Oscar Jayanegara, selaku Dosen
Videography di UMN.
Universitas
Multimedia Nusantara (UMN) kembali menerima kunjungan dari siswa/i SMA
dari wilayah Jabodetabek. Kunjungan ini bertujuan untuk mengenal UMN
lebih dekat melalui presentasi, penampilan hasil karya mahasiswa,
workshop program studi, dan campus tour.
UMN menyediakan 7 Workshop yang mewakili masing-masing program studi di UMN. Workshop ini diadakan untuk memberikan gambaran kepada para siswa/i SMA menempuh studi saat perkuliahan dan kesempatan berkarier dalam program studi tersebut. Diharapkan mereka memilih workshop sesuai dengan passion mereka bukan karena ikut-ikutan teman.
Salah satu workshop yang paling diminati mereka adalah workshop program studi Ilmu Komunikasi dengan tema TV Production yang berlangsung di Studio TV UMN. Agenda workshop TV Production dibuat sedemikian rupa agar para siswa/i SMA dapat mengetahui proses pembuatan program televisi. “TV production ini agar anak-anak tahu bagaimana cara memproduksi program TV dan mengoperasikan alat-alatnya.” Ujar Oscar Jayanegara, selaku Dosen Videography di UMN.
Selain mendapatkan teori, mereka juga diberi kesempatan untuk mempraktekkannya. Mereka dibagi ke dua kelompok dengan masing-masing orang sebagai host, bintang tamu, floor director, sutradara, kameramen, dan switcher. Setelah diberi waktu 10 menit untuk membagi tugas, mereka diberi kekuasaan penuh untuk membuat suatu program talkshow.
Siswa/i SMA Islamic Centre dan SMA Bonavita yang mengikuti workshop TV production mengaku senang bisa mendapatkan ilmu dan pengalaman dalam workshop yang berdurasi 60 menit ini. Selama ini mereka hanya menonton di depan TV tanpa tahu bagaimana proses pembuatan suatu program TV tersebut. Sudah tahu kan bagaimana serunya membuat program TV? (*)
UMN menyediakan 7 Workshop yang mewakili masing-masing program studi di UMN. Workshop ini diadakan untuk memberikan gambaran kepada para siswa/i SMA menempuh studi saat perkuliahan dan kesempatan berkarier dalam program studi tersebut. Diharapkan mereka memilih workshop sesuai dengan passion mereka bukan karena ikut-ikutan teman.
Salah satu workshop yang paling diminati mereka adalah workshop program studi Ilmu Komunikasi dengan tema TV Production yang berlangsung di Studio TV UMN. Agenda workshop TV Production dibuat sedemikian rupa agar para siswa/i SMA dapat mengetahui proses pembuatan program televisi. “TV production ini agar anak-anak tahu bagaimana cara memproduksi program TV dan mengoperasikan alat-alatnya.” Ujar Oscar Jayanegara, selaku Dosen Videography di UMN.
Selain mendapatkan teori, mereka juga diberi kesempatan untuk mempraktekkannya. Mereka dibagi ke dua kelompok dengan masing-masing orang sebagai host, bintang tamu, floor director, sutradara, kameramen, dan switcher. Setelah diberi waktu 10 menit untuk membagi tugas, mereka diberi kekuasaan penuh untuk membuat suatu program talkshow.
Siswa/i SMA Islamic Centre dan SMA Bonavita yang mengikuti workshop TV production mengaku senang bisa mendapatkan ilmu dan pengalaman dalam workshop yang berdurasi 60 menit ini. Selama ini mereka hanya menonton di depan TV tanpa tahu bagaimana proses pembuatan suatu program TV tersebut. Sudah tahu kan bagaimana serunya membuat program TV? (*)
Kuliah di Jakarta untuk jurusan program studi Teknik Informatika, Sistem Informasi, Sistem Komputer, Akuntansi, Manajemen, Ilmu Komunikasi, dan Desain Komunikasi Visual, di Universitas Multimedia Nusantara.
www.umn.ac.id
Posted by UMN
Peluncuran Program Academic English ELTI GRAMEDIA
September 3, 2013 : by Chininta Rizka Angelia / Universitas Multimedia Nusantara News Service
“Dengan belajar Academic English, saya jadi jauh lebih cepat beradaptasi
dengan lingkungan sekitar, lebih mudah menerima pelajaran, dan lebih
cepat pula menyerap ilmu yang diajarkan”, ujar William Atmaja, lulusan
University of Technology Sydney (UTS).
Jumlah
siswa di Indonesia yang belajar ke luar negeri untuk mengambil gelar
Sarjana, Master, dan Doctoral, menurut laporan UNESCO di buku Global
Education Digest 2012, mencapai 34.067 siswa. Dari jumlah tersebut,
10.135 ke Australia, 6.882 ke Amerika Serikat, dan sisanya ke berbagai
negara lain. Data tersebut menunjukkan bahwa siswa Indonesia yang
mengambil kuliah ke negara berbasis bahasa Inggris terbukti dominan.
Dengan begitu, peran kemampuan bahasa Inggris yang baik dan benar tentu
sudah menjadi syarat mutlak.
Di Indonesia, program yang diajarkan kebanyakan adalah General English. Meski bermanfaat, namun saat harus mengambil kuliah ke luar negeri, seorang siswa akan jauh lebih mudah beradaptasi dengan mengambil program Academic English. Untuk itu, ELTI Gramedia bekerja sama dengan UTS : INSEARCH meluncurkan program Academic English pada tanggal 3 September 2013 di Betawi Room Hotel Santika Premiere Jakarta.
Acara peluncuran program Academic English ini dihadiri oleh perwakilan UTS : INSEARCH, ELTI Gramedia, dan sejumlah rekan-rekan media. Stephanie King, selaku Koordinator Akademik ELTI Gramedia-UTS:INSEARCH mengatakan, “Kelebihan program ini adalah siswa bebas mengambil kuliah di mana saja. Mau di Inggris, Australia, Amerika, atau negara mana pun yang menggunakan bahasa Inggris, siswa tetap akan bisa lebih mudah beradaptasi.”
Program Academic English menjadi satu solusi bagi siswa yang ingin lebih cepat dan mudah memulai belajar di luar negeri. “Dengan belajar Academic English, saya jadi jauh lebih cepat beradaptasi dengan lingkungan sekitar, lebih mudah menerima pelajaran, dan lebih cepat pula menyerap ilmu yang diajarkan”, ujar William Atmaja, lulusan University of Technology Sydney (UTS).
Untuk pertama kalinya Academic English yang terbuka untuk umum diadakan di Jakarta. Bagi yang tertarik bergabung dengan program Academic English, saat ini ELTI GRAMEDIA-UTS:INSEARCH membuka kelas di ELTI Grand Wijaya Center Blok F 83-84 A&B, Jalan Wijaya II, Kebayoran Baru Jakarta dan Kampus Universitas Multimedia Nusantara (UMN) di Scientia Garden, jalan Boulevard, Gading Serpong Tangerang.
Pepatah mengatakan, lain ladang, lain belalang, lain negara, lain budaya. Maka, berbahasa Inggris yang baik dan benar saja tidak cukup. Kemampuan beradaptasi dalam dunia akademis juga menjadi syarat utama. (*)
Di Indonesia, program yang diajarkan kebanyakan adalah General English. Meski bermanfaat, namun saat harus mengambil kuliah ke luar negeri, seorang siswa akan jauh lebih mudah beradaptasi dengan mengambil program Academic English. Untuk itu, ELTI Gramedia bekerja sama dengan UTS : INSEARCH meluncurkan program Academic English pada tanggal 3 September 2013 di Betawi Room Hotel Santika Premiere Jakarta.
Acara peluncuran program Academic English ini dihadiri oleh perwakilan UTS : INSEARCH, ELTI Gramedia, dan sejumlah rekan-rekan media. Stephanie King, selaku Koordinator Akademik ELTI Gramedia-UTS:INSEARCH mengatakan, “Kelebihan program ini adalah siswa bebas mengambil kuliah di mana saja. Mau di Inggris, Australia, Amerika, atau negara mana pun yang menggunakan bahasa Inggris, siswa tetap akan bisa lebih mudah beradaptasi.”
Program Academic English menjadi satu solusi bagi siswa yang ingin lebih cepat dan mudah memulai belajar di luar negeri. “Dengan belajar Academic English, saya jadi jauh lebih cepat beradaptasi dengan lingkungan sekitar, lebih mudah menerima pelajaran, dan lebih cepat pula menyerap ilmu yang diajarkan”, ujar William Atmaja, lulusan University of Technology Sydney (UTS).
Untuk pertama kalinya Academic English yang terbuka untuk umum diadakan di Jakarta. Bagi yang tertarik bergabung dengan program Academic English, saat ini ELTI GRAMEDIA-UTS:INSEARCH membuka kelas di ELTI Grand Wijaya Center Blok F 83-84 A&B, Jalan Wijaya II, Kebayoran Baru Jakarta dan Kampus Universitas Multimedia Nusantara (UMN) di Scientia Garden, jalan Boulevard, Gading Serpong Tangerang.
Pepatah mengatakan, lain ladang, lain belalang, lain negara, lain budaya. Maka, berbahasa Inggris yang baik dan benar saja tidak cukup. Kemampuan beradaptasi dalam dunia akademis juga menjadi syarat utama. (*)
Kuliah di Jakarta untuk jurusan program studi Teknik Informatika, Sistem Informasi, Sistem Komputer, Akuntansi, Manajemen, Ilmu Komunikasi, dan Desain Komunikasi Visual, di Universitas Multimedia Nusantara.
www.umn.ac.id
Posted by UMN
Fakultas ICT Universitas Multimedia Nusantara Kirimkan 6 Mahasiswa untuk Riset di Jepang
September 3, 2013 : by Chininta Rizka Angelia / Universitas Multimedia Nusantara News Service
“Kami beruntung. Kami lolos seleksi berdasarkan IPK, CV, dan Application
Letter. Kami mendapatkan beasiswa dari TDU untuk melakukan riset,
sedangkan living cost akan ditanggung oleh pemerintah Jepang”, ujar
Andre Rusli dengan penuh antusias.
Nama Universitas Multimedia Nusantara (UMN) kembali diharumkan dengan prestasi Civitas Academicanya. Kali ini fakultas ICT (Information and Communication Technology) UMN berhasil mengirimkan enam mahasiswanya untuk melakukan riset di Tokyo Denky University (TDU), Jepang. Mereka adalah Natanael Liong, Andre Rusli, Daniel Halim, dan Verdy Susanto dari program studi Teknik Informatika, Dareen Halim dan Hizkia Hymnus dari program studi Sistem Komputer.
Ini merupakan kesempatan emas bagi mereka. Siapa sangka awalnya mereka hanya mendaftar untuk praktik kerja magang di Jepang dengan biaya sendiri. Namun, mereka justru mendapatkan beasiswa untuk melakukan riset yang nantinya akan digunakan sebagai nilai praktik kerja magang. “Kami beruntung. Kami lolos seleksi berdasarkan IPK, CV, dan Application Letter. Kami mendapatkan beasiswa dari TDU untuk melakukan riset, sedangkan living cost akan ditanggung oleh pemerintah Jepang”, ujar Andre Rusli dengan penuh antusias.
Keenam mahasiswa ini akan melakukan riset terkait dengan ICT. Namun, spesifikasinya akan diberitahukan oleh pihak TDU setelah mereka tiba di Jepang. “Nantinya, kami akan masuk ke jurusan School of Information Environment. Di sana kami memilih mata kuliah yang mendukung riset kami. Kami belum tahu melakukan riset apa, yang pasti masih terkait ICT. Selain itu, untuk mempermudah komunikasi kami juga akan belajar bahasa Jepang”, lanjut Dareen Halim.
Mereka berangkat pada 3 September 2013 dan akan belajar selama 108 hari di Jepang. Berbagai rencana dan harapan sudah terancang di benak mereka. “Harapannya, kami dapat mengharumkan nama UMN, dapat menambah wawasan baik secara ilmu maupun budaya, juga mendapatkan kesempatan S2 di sana, amin.”, tambah Natanael Liong.
Kami doakan semoga kalian semua sukses. Salam UMN! (*)
Kuliah di Jakarta untuk jurusan program studi Teknik Informatika, Sistem Informasi, Sistem Komputer, Akuntansi, Manajemen, Ilmu Komunikasi, dan Desain Komunikasi Visual, di Universitas Multimedia Nusantara.
www.umn.ac.id
Posted by UMN
Asyiknya Mengenal Budaya Korea di Universitas Multimedia Nusantara
September 2, 2013 : by Jece / Universitas Multimedia Nusantara News Service
“Tujuan dari acara ini adalah agar lebih banyak lagi orang yang
mengenal tentang Korea. Saya senang, respon mahasiswa UMN bagus sekali”,
ujar Bae Da Som, salah satu mahasiswa pertukaran pelajar Youngsan
University.
Suka menonton drama Korea? Atau mendengarkan
lagu-lagu Korea di pusat perbelanjaan? Menonton konser grup band Korea
di Indonesia? Atau makan makanan Korea? Di antara kita pasti menjawab
sudah pernah melakukan ini. Ternyata Korea bukan hanya sekedar lagu dan
drama saja, kita bisa mengenal budaya mereka yang lain.
Di Indonesia dan di belahan dunia lain, Korea telah
memproduksi budaya pop transnational sejak tahun 1990-an. Korean Wave
mengisi keberadaannya dengan drama TV, Korean pop musik, dimana sekarang
telah menyebar hingga sejauh Amerika Latin, Africa, Timur Tengah, dan
negara-negara lain. Bahkan, CNN menyatakan Korea sebagai “Hollywoodnya
Timur” pada akhir tahun 2010.
Melihat fenomena tersebut, Business Development
Universitas Multimedia Nusantara (UMN) menyelenggarakan “Korean Culture
Week” yang berlangsung pada tanggal 2-5 September 2013 di Lobby Utama
UMN. Acara ini diselenggarakan oleh Business Development UMN yang
bekerja sama dengan mahasiswa pertukaran pelajaran Youngsan University
dan peserta Korean Language Class batch 1. “Tujuan dari acara ini adalah
agar lebih banyak lagi orang yang mengenal tentang Korea. Saya senang,
respon mahasiswa UMN bagus sekali”, ujar Bae Da Som, salah satu
mahasiswa pertukaran pelajar Youngsan University.
Rangkaian acara “Korean Culture Week” meliputi sesi
foto menggunakan Hanbok (baju tradisional Korea yang berwarna cerah),
festival makanan khas Korea, games menarik (permainan tradisional Korea:
jaegichagi, tuho) dan Noraebang (karaoke) dengan Lagu Korea.
Jaegichagi adalah permainan melempar Jaegi (suatu
lempengan dengan rumbai dan lonceng) dengan kaki, dan Tuho adalah
permainan melempar tongkat ke dalam tabung. Civitas Academica UMN yang
tertarik untuk mengikuti games, dapat mendaftarkan diri dengan membayar
Rp 2.000,-. Peserta games ini berkesempatan untuk mendapatkan hadiah
berupa sport shoes, voucher kursus Korean Language Class di UMN, dan
merchandise UMN.
Seru kan mengenal Korea di UMN? Ayo datang dan ramaikan standnya di UMN! (*)
Kuliah di Jakarta untuk jurusan program studi Teknik Informatika, Sistem Informasi, Sistem Komputer, Akuntansi, Manajemen, Ilmu Komunikasi, dan Desain Komunikasi Visual, di Universitas Multimedia Nusantara.
www.umn.ac.id
Posted by UMN
OMB Awal Baru Untuk Meraih Mimpi ( Universitas Multimedia Nusantara UMN )
August 28, 2013 : by Jece / Universitas Multimedia Nusantara News Service
Orientasi Mahasiswa Baru (OMB) dicanangkan untuk memberikan
pengalaman dan pengajaran bagi para siswa yang telah naik ke jenjang
lebih tinggi. Orientasi atau yang merupakan momentum di mana mahasiswa
merasa asing untuk menghadapinya. Namun, sebenarnya inilah momen di mana
mereka mengembangkan diri menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Banyak
manfaat yang bisa didapat dengan mengikuti orientasi semacam ini.
Dari berbagai games yang dilakukan pada hari ketiga OMB
(28/8/2013), banyak nilai-nilai yang bisa dipelajari, seperti
komunikasi, tanggung jawab, teamwork, dan juga koordinasi tim. Karena
memang dari 4 hari pelaksanaan OMB, dua hari pertama pengenalan kampus,
dan sisanya untuk menambahkan semangat kerjasama tim mereka. Inilah
mengapa proses orientasi ini wajib, selain untuk peningkatan soft
skills, juga untuk membangun kerjasama dan komunikasi dalam tim baik
dalam proses belajar, bermasyarakat dan berkarya di dunia kerja dan
bermasyarakat.
Games tersebut seperti misalnya hullahoop, peserta mengarahkan
telunjuk ke depan pada titik tertentu dan saling berhadapan, di atas
jari telunjuk yang ditempat kan hulahoop kemudian secara bersamaan semua
anggota kelompok secara bersama - sama mengangkat hulahoop sampai
tinggi tangan, apabila salah atau jatuh maka kelempok tersebut harus
kembali lagi dari awal. Tujuan dari permainan ini untuk melatih peserta
OMB dalam kepemimpinan, komunikasi, fokus pada tugas, dan tanggung
jawab keberhasilan tim. Dan bagi kelompok yang berhasil panitia
memberikan bintang pada papan kelompoknya. Semakin banyak bintang yang
di peroleh dalam setiap permain maka kelompok tersebutlah sebagai
pemanangnya.
Ketua Pelaksana OMB, Irman F Saputra, mengatakan bahwa tema yang
diusung tahun ini memiliki makna yang sangat mendalam, “There’s More to
Life, marilah mahasiswa bersama-sama memiliki mimpi, dan mewujudkannya
di UMN. Makanya ada satu slogan “Aku Hadir Meraih Mimpi.” Baginya,
setiap orang tidak memiliki batasan untuk bermimpi dan berbuat lebih
untuk sesama.
Salah satu kelompok peserta OMB menyampaikan mimpinya, membuat
sebuah gadget yaitu dompet yang dilengkapi dengan GPS. Dompet ini
bertujuan apabila suatu waktu dompet ini hilang atau kecurian, akan ada
sebuah akses untuk menemukannya kembali. Ini adalah suatu temuan yang
menunjukkan bahwa mereka adalah generasi muda yang penuh mimpi,
berkreatifitas tinggi, serta memiliki inovasi unik. “Dan UMN adalah
tempat yang tepat untuk mewujudkan mimpi-mimpi kami.” Ujarnya.
Kuliah di Jakarta untuk jurusan program studi Teknik Informatika, Sistem Informasi, Sistem Komputer, Akuntansi, Manajemen, Ilmu Komunikasi, dan Desain Komunikasi Visual, di Universitas Multimedia Nusantara.
Pendaftaran online klik disini