Showing posts with label teknologi. Show all posts

Jadi Penyiar Itu Asyik

October 18, 2013 : by Debora Thea / Universitas Multimedia Nusantara News Service


Trax FM berbagi cerita tentang serunya terjun ke dunia broadcasting khususnya radio dalam TraxWorkshopaholic. 

Peserta workshop di Lecture Hall Kamis (17/10) sore dibuat tertawa dengan humor segar ala Aldy dan Dery, penyiar Morning Zone Trax FM. Mereka sebagai MC membuat suasana menjadi hidup dan tidak membosankan dari awal workshop. Selain mereka, adapula tiga pembicara lain dari kru Trax yang sharing seputar kehidupan siaran; Joey (penyiar), Sawi (Produser), Didot (Program Director)

Sebagai salah satu penyiar, Joey lebih menjelaskan mengenai apa sih sebenarnya esensi dari penyiar di kala jaman sekarang ini sekian juta lagu sudah bisa didownload dengan mudah dan didengarkan di mana saja. Informasi pun sudah bisa dicari di twitter atau social media lainnya sehingga penyiar kalah cepat. “Job desk penyiar itu sekarang kurang lebih menjadi partner atau teman si pendengar secara personal. Kita dilatih supaya sengobrol mungkin dengan orang, jadi teman dan sahabat yang baik, bisa menemani waktu lagi kena macet, atau bisa bikin hari yang tadinya butek jadi happy,” jelas Joey. 

Lalu bagaimana menjadi penyiar yang baik? Menurut Joey, industri broadcasting perlu orang-orang yang benar-benar memiliki passion untuk jadi penyiar radio, bukan hanya yang sekedar ingin menjadikan profesi radio announcer sebagai batu loncatan. “Radio perlu orang-orang yang enggak cukup puas dengan keseragaman misalnya dalam hal lagu. Kalau cuma puas dengan lagu-lagu yang secara rating bagus, industri ini enggak akan ke mana-mana,” tuturnya. 

Hal paling penting yang perlu diingat dan ditanamkan dalam diri penyiar ialah hendaknya selalu menjadi diri sendiri, natural. “Teknik dan skill bisa dipelajari, knowledge bisa dicari, tapi kalau karakter cuma kita yang punya, sesuatu yang ada di dalam diri kita yang bisa digali dan dikembangkan. Enggak perlu berusaha untuk jadi orang lain. Mereka-mereka yang berhasil itu mereka yang jadi diri sendiri. Just be the best version of you,” ungkap Joey di akhir sesinya. 

Dominique Sawi, produser Morning Zone, turut membagikan pengalamannya selama tiga tahun menjadi produser beberapa program Trax FM seperti Skul Desak, Kompak Kampus dan Zona Cinta. “Produser di radio itu menyiapkan sesuatu untuk dipresent oleh penyiar. Dia harus tau karakter dari penyiar yang berbeda-beda, ini berkaitan dengan penulisan skrip. Kalau di Trax, produser juga merangkap jadi reporter, meliput event-event dan live report,” tutur Sawi. 

Serunya bekerja di broadcasting ialah setiap harinya mengalami hal-hal yang berbeda, tidak monoton dan challengenya selalu baru. Bisa datang ke event-event yang menarik misalnya konser asing dan bertemu artis favorit seperti yang pernah dialami Sawi. Tapi tentunya setiap pekerjaan punya tantangan tersendiri. 

Challengenya sebagai produser itu kita dituntut untuk kreatif. Cara untuk jadi kreatif ada dua menurut saya. Yang ribet dan yang mudah. Cara yang ribet butuh waktu dan uang kayak kursus, kuliah, seminar. Sedangkan yang mudah itu bagi saya, kita cukup power nap selama 30 detik – 15 menit untuk istirahatkan pikiran sejenak, setelah bangun, mulailah cari dari hal-hal di sekitar kita. Setelah ketemu satu hal, tuliskan sebanyak-banyaknya apa saja yang dipikirkan mengenai hal itu. Lalu pilihlah yang bagus-bagus dan terakhir disusun untuk jadi satu ide.” 

Sesi terakhir menjadi giliran untuk Didot, Program Director Trax FM untuk menjelaskan struktur organisasi dari Trax FM, posisi-posisi apa saja yang membuat radio tersebut hidup. Dan demikian berakhirlah workshop asyik hasil kerja sama UMN Radio dan Trax FM ini. Semoga apa yang sudah dibagikan dapat bermanfaat bagi peserta kelak terutama yang ingin mejadi radio announcer. (*) 


Wicked Thursday Night

October 18, 2013 : by Debora Thea / Universitas Multimedia Nusantara News Service


Dalam rangka perayaan Halloween yang akan jatuh di akhir bulan ini, UMN Night Oktober mengangkat tema ‘Wicked Night’ pada Kamis (17/10).

Setelah digelar pada 19 September lalu, UMN Night kembali hadir di Broadway SMS kemarin malam dengan suasana yang berbeda. Dekorasi panggung dibuat ala Halloween dengan hiasan labu dan permen-permen. Dari performer pun ada yang menggunakan kostum unik. 

Acara dibuka dengan street dance oleh duo Ivan & Jason. Mereka menunjukkan kemampuan melakukan gerakan keren yang telah diasah dalam UKM street dance di panggung UMN Night. Setelah itu dilanjutkan Marvellous dance yang terdiri dari dua gadis angkatan 2013 Elvi & Vicky dengan modern dancenya, diiringi oleh DJ Imanes. Sebelum band-band unjuk gigi, MC mengadakan games. Mereka mengajak dua orang penonton untuk meniru dance ala Elvi & Vicky. Ivan yang sebelumnya perform street dance menjadi salah satu yang ditantang untuk MD. 

Tibalah giliran para band mengguncang Broadway. Bukan hanya musik pop saja tapi rock juga membahana dari penampilan Ala Kadar dan The Chronicles. Masing-masing menunjukkan warna yang berbeda. Dan ternyata perfomer bukan hanya dari dancer atau band saja tapi juga ada cosplay dari UKM J-Café. Ini merupakan UKM yang beranggotakan penggemar anime Jepang. Kostum yang mereka gunakan seperti seragam sekolah karakter anime. Disediakan juga photobooth untuk pengunjung yang mau berfoto bersama J-Café. 

Sitback, band rock yang sudah meluncurkan album ini, menjadi last performer di Wicked Night. Mereka pun mengajak dua vokalis dari band yang berbeda untuk mengkolaborasikan aliran pop dan rock sehingga menghasilkan penutupan yang meriah. 

Bagi yang belum sempat menonton, tak perlu khawatir, UMN Night akan hadir kembali bulan depan dengan bertemakan ‘Tribute to Westlife’. Kamu penggemar Westlife? Jangan lewatkan ya! (*)  


Tren Aplikasi Banking

October 3, 2013 : by Debora Thea / Universitas Multimedia Nusantara News Service


Terlepas dari sistem banking yang konvensional, ada beberapa metode aplikasi banking modern yang bisa diterapkan dan diarahkan untuk menjadi the future of banking.


Dalam seminar bertajuk ‘Tren Aplikasi Banking’ yang dibawakan Pak Adriansyah dari Anabatic Technology, dijelaskan tiga metode yang memudahkan orang untuk berbanking, sehingga tak perlu lagi melakukan cara-cara konvensional.

Metode-metode tersebut antara lain :
•   Branchless Banking, menyediakan jasa banking di luar cara-cara tradisional. Dikemas dengan dua cara seperti web/phone banking atau adanya agen bank (orang luar yang bekerja mengatas namakan bank) untuk menjangkau masyarakat yang berada di daerah-daerah yang belum terjamah.
•    Electronic Money, penting mengapa? Karena untuk mencetak uang secara cash butuh biaya yang banyak. Biaya untuk mencetak koin seribu perak lebih besar dari seribu perak. Kalau uang kertas sudah banyak yang kusam dan tak layak, harus dimusnahkan dan perlu dicetak ulang lagi. Kemudian untuk menghindari resiko pemalsuan uang kertas. Electronic Money ada chip dan pin yang bisa membuatnya lebih aman. Selain itu, electronic money bisa dilimit untuk menghindari korupsi.
•   Mobile Payment Melihat dari jumlah pengguna smartphone, di Indonesia ranking ke 8 (hingga 2012) Phone berubah menjadi dompet, bisa untuk ticketing, booking, mobile advertising, cash payment, banking.

Ketiga aplikasi tersebut memiliki kesamaan yaitu Mobility akan dijadikan the future of banking. Supaya banyak yang mau menggunakannya, sistem pun harus beroperasi dengan cepat, nyaman dan aman. Untuk itu, semuanya pasti harus menjalani sertifikasi keamanan terlebih dulu. (*)


Kuliah di Jakarta untuk jurusan program studi Teknik Informatika|Sistem Informasi|Sistem Komputer|Akuntansi|Manajemen|Ilmu Komunikasi|Desain Komunikasi Visual, di Universitas Multimedia Nusantarawww.umn.ac.id

Gerbang Menuju Karir

October 3, 2013 : by Debora Thea / Universitas Multimedia Nusantara News Service


Inilah sebuah kesempatan emas khususnya bagi mahasiswa tingkat akhir yang akan segera terjun ke dunia kerja yang sesungguhnya. Sebanyak 60 perusahaan hadir untuk menawarkan posisi yang diiginkan pelamar.

Rangkaian Career dan Scholarship Day periode Oktober 2013 dimulai pada tanggal 1, dengan diselenggarakannya dua seminar di hari yang sama. Topik pertama yakni ‘sukses dalam interview kerja’ dengan pembicara Bapak Jimmy Perangin-angin, Division Head of HR, GA & Legal PT. Erajaya Tbk. Beliau menjelaskan mengenai tahap-tahap awal dalam melamar pekerjaan seperti bagaimana menulis CV yang baik, trik dalam melakukan interview.

Sedangkan sesi kedua dibawakan oleh Ibu Elisa Tanzino, HR Generalist PT. Santos Jaya Abadi (Kapal Api) mengenai ‘personal branding’. Berbeda dengan topik pertama, topik ini lebih membahas mengenai bagaimana personality yang bagus agar kita bisa diterima oleh orang lain (dalam hal ini perusahaan).

Untuk pameran karirnya sendiri diadakan tanggal 2-3 Oktober di Function Hall UMN. Perusahaan yang diundang mencakup keseluruhan bidang studi UMN (Ilkom, DKV, Ekonomi dan ICT). Mereka tidak hanya menyediakan tempat untuk bekerja tapi juga untuk magang.“Antusiasme dari mahasiswa cukup tinggi, ramai. Tapi memang bedanya saat periode April kemarin lebih banyak aplikan untuk magang, sedangkan yang sekarang lebih ke kerja,” ungkap Ibu Ika Yanuarti daribidang Career Development UMN.

Sejak tahun 2013, Career & Scholarship Day dilaksanakan dua kali, yakni April dan Oktober, bertepatan denganwisuda mahasiswa bulan Mei dan November. Selain untuk mahasiswa yang akan diwisuda, kesempatan ini juga terbuka untuk alumni UMN. (*)



Mari Bangga Berbatik

October 2, 2013 : by Debora Thea / Universitas Multimedia Nusantara News Service


Dalam rangka memperingati hari batik nasional yang jatuh pada tanggal 2 Oktober, segenap civitas akademika UMN dihimbau untuk menggunakan batik. Terlihat cukup banyak dari mereka yang menjalankan aktivitas di kampus hari ini dengan batik yang beragam. Di samping bentuk fisiknya, batik ternyata memiliki arti tersendiri di mata para mahasiswa.




Diharapkan nantinya batik tidak hanya digunakan di hari batik nasional saja tetapi juga di hari-hari biasa. Mari bangga dengan warisan budaya kita! (*)


Para calon Instruktur Kunjungi Universitas Multimedia Nusantara

September 30, 2013 : by Debora Thea / Universitas Multimedia Nusantara News Service


Dalam rangka menambah ilmu sebagai calon instruktur, peserta diklat dari STPI menunjuk UMN sebagai sarana pembelajaran, Senin (30/9).

“Kunjungan ini tujuannya untuk mendidik dan membina peserta diklat yang diarahkan untuk menjadi instruktur yang baik, berkompeten dan memiliki sertifikat keinstrukturan. Jadi para peserta setelah lulus berhak mengajar di wilayahnya masing-masing,” jelas Pak Karsono, Koordinator Penyelenggara Diklat Pusat Pengembangan SDM Perhubungan Udara. 

Sebanyak 18 orang calon instruktur yang datang ke UMN merupakan peserta diklat STPI angkatan ke-50 yang berasal dari berbagai daerah dan latar belakang. UMN dipilih sebagai sarana pembelajaran dengan beberapa alasan. “Kita mau lihat bagaimana profil UMN, apa sih produk-produk unggulannya, fasilitasnya apa. Biar nantinya ada perbandingan jika para peserta pulang ke daerah masing-masing,” tutur Pak Karsono. 

Di awal kunjungan, mereka diperkenalkan pada UMN melalui video company profil, dan ilmu mengenai teknologi informasi oleh Dr. P.M. Winarno. Setelah itu diajak untuk campus visit melihat fasilitas UMN dimulai dari ruang kelas, studio brodcasting, kantin, lecture theatre, laboratorium hingga business incubator.

“Saya tertarik sekali dengan gedungnya yang desainnya unik dan futuristik, fasilitasnya juga bagus menunjang untuk perkuliahan. Untuk presentasi tentang teknologi juga menambah ilmu saya. Mudah-mudahan nantinya bisa diaplikasikan di tempat kerja kita masing-masing dan bisa mengikuti apa yang sudah dilakukan di sini,” jelas Anissa, salah satu peserta diklat. (*)


 

Stop Tawuran dengan Kreativitas

September 28, 2013 : by Debora Thea / Universitas Multimedia Nusantara News Service

Berangkat dari kasus tawuran antar pelajar di tahun 2012, Ganesha ITB 83 Foundation mencanangkan gerakan anti tawuran dengan menggunakan media berbasis kreatifitas yang merangkul mahasiswa-mahasiswi jurusan DKV di seluruh Indonesia.

Peristiwa tawuran antara pelajar SMA 70 dengan SMA 6 yang memakan korban jiwa serta tawuran yang terus menerus terjadi hingga saat ini, menjadi suatu keprihatinan yang akhirnya mendorong alumni ITB ‘83 khususnya prodi DKV untuk melakukan kampanye sosial dengan membuat poster. Gerakan yang dimulai sejak tahun lalu ini merupakan gerakan pertama yang melibatkan mahasiswa-mahasiswi DKV dalam jumlah besar. 

“Kami mengajak dan menghimbau civitas DKV seluruh Indonesia untuk ramai-ramai membuat poster. Ternyata animo dan partisipasi mahasiswa DKV ini membanggakan dan membahagiakan karena telah terkumpul 1500 poster,” jelas ibu Uci, perwakilan dari Ganesha ITB ’83.  

Poster-poster yang telah diterima dipilih berdasarkan beberapa kriteria tertentu untuk didokumentasikan ke dalam sebuah buku. “Poster yang dimuat tentunya tidak menjiplak, tidak terlalu vulgar atau mengandung unsur violence maupun berdarah-darah. Banyak yang mengirimkan karya dengan memperlihatkan darah dan kekerasan. Kita menyeleksi berdasarkan hal itu, bukan karena bagus atau tidak bagus. Karena ini merupakan gerakan pertama maka semua yang berpartisipasi kita berikan apresiasi,” ungkap ibu Uci. Bagi karya yang tidak ada di buku, telah dipamerkan dalam poster sepanjang 500 meter. 

Dari seluruh partisipan, civitas UMN boleh berbangga karena memiliki partisipan terbanyak. Jumlah mahasiswa-mahasiswi yang ikut sekitar 150 mahasiswa dengan 76 karya yang dibukukan. Ibu Uci juga memiliki kesan terhadap karya-karya anak UMN.

 “So far karya-karyanya bagus, lucu, simple dan komunikatif, meskipun ada beberapa yang hasilnya masih kurang maksimal. Diharapkan di kegiatan selanjutnya teman-teman dari UMN bisa mengerjakan semuanya dengan passion sebagai seorang desainer grafis. Dalam situasi apapun seorang DG harus siap mengkomunikasikan dengan visual, dengan kata-kata, dengan apapun. Mereka yang harusnya ada di depan. DKV adalah ujung tombak kampanye sosial,” kata beliau. 

Poster book ini akan disumbangkan ke perpustakaan SMA dan SMK di DKI Jakarta dan juga sudah diterima oleh Pak Jokowi. Beliau berjanji untuk melanjutkan gerakan tersebut dan memuji bahwa karya-karya para mahasiswa luar biasa. 

Untuk ke depannya, gerakan ini akan tetap dipertahankan yaitu dengan Peace Festival yang rencananya akan diselenggarakan tahun depan. Lalu akan ada pembuatan networking bagi anak DKV antar universitas di seluruh Indonesia sehingga mereka bisa saling terhubung. “Kita sama-sama bergabung dalam satu momen membuat satu gerakan untuk isu tertentu. Ini bisa menjadi sumbangan atau karya bakti DKV untuk bangsa,” tutur ibu Uci. (*) 

How To Be a Casting Director

September 28, 2013 : by Debora Thea / Universitas Multimedia Nusantara News Service

Seorang casting director ternyata tidak hanya menilai aktor dan aktris dari kemampuan aktingnya saja, tetapi ada hal-hal lain yang lebih penting dalam menentukan pemain yang tepat. 


“Ada tiga hal yang perlu dipikirkan oleh casting director dari seorang aktor. Pertama aktingnya, kedua produksinya dan ketiga manajemennya. Kita butuh aktor yang buka hanya jago akting tapi juga personality yang baik supaya tidak menyusahkan sewaktu produksi. Maka itu harus digali potensi-potensi yang ada di balik penampilan aktor,” jelas Bowie Budianto, Ketua Asosiasi Casting Indonesia (ACI) dalam seminar CASTING DKV di Lecture Hall UMN, Selasa (24/9) lalu. 

Dalam sharingnya, Bowie menjelaskan bahwa para casting director bertanggung jawab langsung kepada produser dan sutradara atas pemain yang mereka pilih. “Kita bertindak seperti HRD, harus tau menempatkan orang di posisi yang tepat dan waktu yang tepat,  jago negosiasi, dan bisa menjual pemain. Kita perlu paham kondisi dunia selebritis supaya bisa tau seperti apa posisi pemain di mata masyarakat dan apakah sang sutradara mampu untuk mendirect pemain seperti ini.” 

Sebelum menetapkan aktor atau aktris untuk suatu peran, casting director sebagai orang pertama yang menerima skrip dari sutradara dan produser, harus membaca skrip tersebut berulang kali. Hal ini dibutuhkan karena bukan hanya sekedar tau suatu karakter dalam skrip seperti apa, tapi juga bagaimana karakter tersebut bisa berinteraksi dengan karakter lain serta adakah perkembangan karakter. Setelah itu baru melakukan casting

Bowie juga mengutarakan bahwa casting director di Indonesia memiliki tugas yang ‘lebih berat’ dibandingkan dengan di luar negeri. “Banyak aktor kita yang tidak melakukan riset lebih dulu tentang karakter yang akan mereka perankan saat casting. Istilahnya kita manggil mereka dan kita 'suapin'. Kita kasih skrip dan kita juga yang explain ke mereka bagaimana sih karakternya, gimana cara memerankannya. Sedangkan kalau di luar negeri, para aktor telah melakukan PR mereka itu sendiri, sehingga sudah siap saat mau casting.” 

Seminar tersebut turut dihadiri oleh casting director film Habibie & Ainun yang turut membagikan pengalamannya ketika mencasting dan akhirnya menetapkan Reza Rahardian sebagai Habibie. Diharapkan mahasiswa-mahasiswi DKV yang telah hadir kemarin mendapatkan ilmu yang bisa diaplikasikan ketika akan mencasting orang saat membuat film. (*)  



Kunjungan Seru dan Mendidik ke Universitas Multimedia Nusantara

September 16, 2013 : by Debora Thea / Universitas Multimedia Nusantara News Service


Program campus visit yang diperuntukkan untuk siswa dan siswi SMA/SMK kembali diselenggarakan pada Senin (16/9). Kali ini giliran SMA Kristoforus 2, SMK Mutiara Bangsa dan SMA Negeri 1 Manado yang mendapatkan kesempatan untuk mengunjungi dan menikmati rangkaian acara yang telah dipersiapkan. 

Sebagai pembuka, para siswa dan siswi diberikan suguhan berupa karya-karya mahasiswa-mahasiswi UMN yang dikemas dalam tayangan video. Kemudian, Pak Arif dari Marketing memberikan kata sambutan diikuti dengan penampilan video company profil UMN dan Kompas Gramedia. Beliau juga menjelaskan mengenai jalur pendaftaran yang bisa ditempuh sekaligus program Beasiswa serta profit lainnya jika menjadi mahasiswa-mahasiswi UMN. 

Acara dilanjutkan dengan workshop prodi di mana siswa dan siswi mendapatkan kesempatan untuk memilih satu dari 7 workshop yang diselenggarakan sesuai dengan minat mereka. Workshop tersebut antara lain Game Development (Teknik Informatika), E-Commerce (Sistem Informasi), Have Fun with Your Android Device (Sistem Komputer), Penggunaan Sistem Informasi Akuntansi (Akuntansi), Business Canvas Simulation (Manajemen), Animasi 3D Max (DKV) dan TV Production (Ilmu Komunikasi).

Tentunya dengan berbagai workshop, siswa dan siswi mendapatkan bekal ilmu yang berguna sekaligus bisa dikembangkan kembali jika mereka berkuliah di UMN nantinya. Seusai menghadiri workshop, mereka dipandu untuk campus tour, diperkenalkan pada fasilitas-fasilitas yang ada di kampus ini. Agar kunjungan lebih seru, mereka juga diberikan ‘tugas’ untuk sharing foto-foto selama campus tour ke twitter UMN. 

Di akhir acara, dipilih pemenang twit terbaik serta pemberian testimoni kesan-kesan selama kunjungan.   
Tak lupa, para peserta campus tour berfoto bersama sebelum meninggalkan kampus. Berakhir sudah rangkaian acara campus visit hari ini, semoga bermanfaat bagi para peserta! (*)


Menjadi Enterpreneur Mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara Ciptakan Dream Box

September 10, 2013 : by Chininta Rizka Angelia / Universitas Multimedia Nusantara News Service

“Saat ini kami sudah project dari perusahaan dengan brand Castrol, Top One, Marina, dan lain sebagainya. Perusahaan ini lebih ke Bussiness to Bussiness. Yang lebih membanggakan adalah kami diminta untuk membuat website Pos Logistik, yang berada di bawah naungan Pos Indonesia”, ujar Aland.


Berawal dari Business Plan Competition yang diadakan oleh Bussiness Incubator UMN, keempat lelaki ini memulai kariernya. Mereka men-submit 3 ide bisnis dan pada akhirnya 1 ide yang lolos masuk ke final.  Setelah melewati tahapan seleksi ide bisnis dan presentasi, mereka berhasil meraih juara 1 Bussiness Plan Competition. Mereka adalah Timothy (Teknik Informatika 2009), Osbert Adrianto dan Daniel Hermansyah (Akuntansi 2009), Aland Sinduartha (Desain Komunikasi Visual 2009), yang tergabung dalam ‘Dream Box’.

Menyisihkan 4 finalis lainnya, tim ‘Dream Box’ mendapatkan kesempatan untuk mengimplementasikan bisnis mereka di bawah naungan divisi Bussiness Incubator. Bussiness Incubator yang dikomersilkan dengan nama “Sky Star Ventures” diharapkan menjadi sebuah perusahaan yang dapat membimbing start-up start-up bisnis, bukan hanya sebuah ide melainkan menjadi usaha nyata.

Saat ini, Dream Box merupakan satu-satunya tenant yang berada di bawah naungan Sky Star Ventures. Berasal dari latar belakang yang berbeda, mereka mampu berkomitmen untuk membangun sebuah bisnis. “Tim kita terdiri dari anak IT, desain, dan akuntansi. Kita saling melengkapi. Misalnya, anak Desain punya konsep bagus tapi percuma ngga ngerti koding, sementara IT bisa koding tapi desainnya ngga bagus, jadi kurang maksimal. Kita memiliki komitmen untuk rela menahan ego masing-masing, bisa bekerja sama, dan bisa menerima saran dari orang lain”, ujar Daniel.

Bisnis yang diusung oleh mereka terkait dengan IT and Design House. Project-project yang mereka terima dapat dikatakan ‘WOW’ untuk sebuah kelompok bisnis yang masih berumur setahun jagung. “Saat ini kami sudah project dari perusahaan dengan brand Castrol, Top One, Marina, dan lain sebagainya. Perusahaan ini lebih ke Bussiness to Bussiness. Yang lebih membanggakan adalah kami diminta untuk membuat website Pos Logistik, yang berada di bawah naungan Pos Indonesia”, ujar Aland.

Dengan bekal dan pengalaman yang dimiliki ‘Dream Box’ saat ini, mereka memiliki target dan harapan yang harus dicapai nantinya. “Saat ini kita merasa masih belum fokus, ditawarin apa aja bisa. Harapannya kita bisa lebih fokus, punya spesialisasi, punya human resources yang banyak biar bisa menerima project besar”, tambah Aland.


Kuliah di Jakarta untuk jurusan program studi Teknik Informatika, Sistem Informasi, Sistem Komputer, Akuntansi, Manajemen, Ilmu Komunikasi, dan Desain Komunikasi Visual, di Universitas Multimedia Nusantara.
www.umn.ac.id

Mahasiswa Magang UMN Mengadakan Metamorfosa Batik Indonesia

September 9, 2013 : by Jesslyn Catherine / Universitas Multimedia Nusantara News Service

“Kami sudah berusaha keras untuk acara ini. Mulai dari membuat konsep acara, mencari pengisi acara, mengontak seluruh media, mencari sponsorship, sampai mengeksekusi acara hari ini. Syukurlah, semua berjalan lancar!”, ujar Merli, salah satu anak UMN.


Keindahan batik nusantara tidak pernah hilang dari masa ke masa, dengan berbagai ragam dan motifnya  batik selalu jadi pusat perhatian fashion dari berbagai penjuru dunia. Metamorfosa Batik Indonesia merupakan acara yang mengangkat tren batik modern dengan tujuan untuk mendukung perkembangan budaya lokal di tengah maraknya budaya asing di Indonesia. Acara yang berlangsung pada hari Sabtu, 7 September 2013 pukul 14.00-17.00 WIB bertempat di Nareswari Lounge (Ground Floor), Mall Alam Sutera. 

Rangkaian acara dalam Metamorfosa Batik Indonesia, meliputi Talk Show “Inspirasi Kreasi Batik” by Carmanita, Fashion Show by Alun-Alun SOGO Indonesia, dan gathering khusus untuk Nareswari Shopping Club member. Carmanita menjadi narasumber di sini berkat hasil karyanya untuk Indonesia yang sudah tidak diragukan lagi.

Acara ini diselenggarakan oleh mahasiswa-mahasiswa program studi Ilmu Komunikasi yang sedang praktik kerja magang di Mall @ Alam Sutera. Di Universitas Multimedia Nusantara (UMN), kerja magang adalah mata kuliah wajib yang harus dijalani ketika mahasiswa UMN memasuki semester 7. Pekerjaan yang diambil pun harus sesuai dengan program studi mereka, sehingga teori yang didapat saat perkuliahan dapat dipraktekkan pada saat kerja magang.

Mahasiswa UMN yang melakukan praktik kerja magang selama 2 bulan di Mall @ Alam Sutera ini diberi kekuasaan penuh untuk mematangkan sebuah konsep event yang akan mereka adakan nantinya. Tugas mereka meliputi menciptakan brand awareness, dealing, dan media relations. Mereka juga dilatih untuk dapat bekerja dengan penuh kreativitas di bawah tekanan dan kendali para atasan mereka.

Acara Metamorfosa Batik Indonesia termasuk sukses, pengunjung yang datang melebihi target. “Kami sudah berusaha keras untuk acara ini. Mulai dari membuat konsep acara, mencari pengisi acara, mengontak seluruh media, mencari sponsorship, sampai mengeksekusi acara hari ini. Syukurlah, semua berjalan lancar!”, ujar Merli, salah satu anak UMN.

Para pengunjung juga memiliki kesan yang baik dalam acara ini. “Acara talkshow bersama Carmanita asik, desainnya bagus, dan acaranya rapi, keren!”, ujar Catherine, salah satu pengunjung Metamorfosa Batik Indonesia.

Metamorfosa Batik Indonesia ini memang bertujuan untuk membangun awareness orang-orang untuk memakai batik, karena bisa dikreasikan dengan bahan lain. Mari hidupkan kembali batik Indonesia! Salam UMN! (*)

Kuliah di Jakarta untuk jurusan program studi Teknik Informatika, Sistem Informasi, Sistem Komputer, Akuntansi, Manajemen, Ilmu Komunikasi, dan Desain Komunikasi Visual, di Universitas Multimedia Nusantara.
www.umn.ac.id

Digital Cinematography di Universitas Multimedia Nusantara

September 5, 2013 : by Jesslyn Catherine / Universitas Multimedia Nusantara News Service

“Seru banget workshopnya! Bisa tahu aktivitas di balik layar, cara ambil gambar dan bikin efek”, ujar salah satu peserta workshop.

 
Universitas Multimedia Nusantara (UMN) bangga memiliki program studi Desain Komunikasi Visual (DKV). Dosen-dosen yang mumpuni dan fasilitas yang memadai, membuat para mahasiswa DKV tiada henti menciptakan karya. Karya-karya terbaik mereka sempat diputar di Blitz Megaplex Pacific Place beberapa bulan lalu. Siapapun bisa menyaksikan karya mereka, tidak hanya Civitas Academica UMN. Bahkan, sutradara dan produser ternama, seperti Hanung Bramantyo turut menyaksikannya.

Ilmu dan pengalaman mereka dibagikan kepada para siswa/i SMA melalui workshop dengan tema Digital Cinematography. Sekolah yang berkesempatan untuk ikut diantaranya SMA Islamic Village, SMA Atisa Dipamkara, dan SMK Kanaan. Mereka yang mengikuti workshop ini memang suka nonton film, suka mencari tahu proses pembuatannya, bahkan sudah pernah membuat film.

Di workshop ini, mahasiswa UMN selaku mentor mengajarkan bagaimana proses di balik sebuah layar lebar. Proses dimulai dari mencari talent untuk casting dan menilai acting mereka, menulis naskah, membuat storyboard, mengambil gambar, dan memberi effect yang dibutuhkan dalam film. Mereka juga memberikan informasi mengenai sejarah sinematografi dan character and costume design, di mana mahasiswa mempelajari bagaimana menciptakan sebuah karakter dalam diri seseorang dengan menggunakan teknik make-up tertentu, dan membuat kostum-kostum untuk diperagakan saat Ujian Akhir. Selain itu, mereka juga menceritakan kesempatan bekerja dari lulusan Digital Cinematography, seperti movie director, art director, TV producer, audio man, video editor, dan masih banyak lagi.

“Seru banget workshopnya! Bisa tahu aktivitas di balik layar, cara ambil gambar dan bikin efek”, ujar salah satu peserta workshop.

Digital Cinematography merupakan salah satu peminatan program studi DKV yang ada di UMN. Kegiatan mereka diantaranya pop sicle, UMN Gate, Kino UMN, Ucifest, Ultima Screen. Kegiatan tersebut bertujuan untuk memperkenalkan film-film yang mereka buat selama masa perkuliahan. Khusus UMN gate, mereka membuka kesempatan bagi para siswa/i SMA yang ingin menunjukkan kreatifitasnya dalam membuat film pendek melalui perlombaan antar sekolah. Jadi, jangan ragu, tunjukkan kreativitasmu! (*)


Kuliah di Jakarta untuk jurusan program studi Teknik Informatika, Sistem Informasi, Sistem Komputer, Akuntansi, Manajemen, Ilmu Komunikasi, dan Desain Komunikasi Visual, di Universitas Multimedia Nusantara.
www.umn.ac.id

Bikin Program Televisi di Studio TV Universitas Multimedia Nusantara

September 4, 2013 : by Jesslyn Catherine / Universitas Multimedia Nusantara News Service

“TV production ini agar anak-anak tahu bagaimana cara memproduksi program TV dan mengoperasikan alat-alatnya.” Ujar Oscar Jayanegara, selaku Dosen Videography di UMN.


Universitas Multimedia Nusantara (UMN) kembali menerima kunjungan dari siswa/i SMA dari wilayah Jabodetabek. Kunjungan ini bertujuan untuk mengenal UMN lebih dekat melalui presentasi, penampilan hasil karya mahasiswa, workshop program studi, dan campus tour.

UMN menyediakan 7 Workshop yang mewakili masing-masing program studi di UMN. Workshop ini diadakan untuk memberikan gambaran kepada para siswa/i SMA menempuh studi saat perkuliahan dan kesempatan berkarier dalam program studi tersebut. Diharapkan mereka memilih workshop sesuai dengan passion mereka bukan karena ikut-ikutan teman.

Salah satu workshop yang paling diminati mereka adalah workshop program studi Ilmu Komunikasi dengan tema TV Production yang berlangsung di Studio TV UMN. Agenda workshop TV Production dibuat sedemikian rupa agar para siswa/i SMA dapat mengetahui proses pembuatan program televisi. “TV production ini agar anak-anak tahu bagaimana cara memproduksi program TV dan mengoperasikan alat-alatnya.” Ujar Oscar Jayanegara, selaku Dosen Videography di UMN.

Selain mendapatkan teori, mereka  juga diberi kesempatan untuk mempraktekkannya. Mereka dibagi ke dua kelompok dengan masing-masing orang sebagai host, bintang tamu, floor director, sutradara, kameramen, dan switcher. Setelah diberi waktu 10 menit untuk membagi tugas, mereka diberi kekuasaan penuh untuk membuat suatu program talkshow.

Siswa/i SMA Islamic Centre dan SMA Bonavita yang mengikuti workshop TV production mengaku senang bisa mendapatkan ilmu dan pengalaman dalam workshop yang berdurasi 60 menit ini. Selama ini mereka hanya menonton di depan TV tanpa tahu bagaimana proses pembuatan suatu program TV tersebut. Sudah tahu kan bagaimana serunya membuat program TV?  (*)


Kuliah di Jakarta untuk jurusan program studi Teknik Informatika, Sistem Informasi, Sistem Komputer, Akuntansi, Manajemen, Ilmu Komunikasi, dan Desain Komunikasi Visual, di Universitas Multimedia Nusantara.
www.umn.ac.id

Peluncuran Program Academic English ELTI GRAMEDIA

September 3, 2013 : by Chininta Rizka Angelia / Universitas Multimedia Nusantara News Service

“Dengan belajar Academic English, saya jadi jauh lebih cepat beradaptasi dengan lingkungan sekitar, lebih mudah menerima pelajaran, dan lebih cepat pula menyerap ilmu yang diajarkan”, ujar William Atmaja, lulusan University of Technology Sydney (UTS).

Jumlah siswa di Indonesia yang belajar ke luar negeri untuk mengambil gelar Sarjana, Master, dan Doctoral, menurut laporan UNESCO di buku Global Education Digest 2012, mencapai 34.067 siswa. Dari jumlah tersebut, 10.135 ke Australia, 6.882 ke Amerika Serikat, dan sisanya ke berbagai negara lain. Data tersebut menunjukkan bahwa siswa Indonesia yang mengambil kuliah ke negara berbasis bahasa Inggris terbukti dominan. Dengan begitu, peran kemampuan bahasa Inggris yang baik dan benar tentu sudah menjadi syarat mutlak.

Di Indonesia, program yang diajarkan kebanyakan adalah General English. Meski bermanfaat, namun saat harus mengambil kuliah ke luar negeri, seorang siswa akan jauh lebih mudah beradaptasi dengan mengambil program Academic English. Untuk itu, ELTI Gramedia bekerja sama dengan UTS : INSEARCH meluncurkan program Academic English pada tanggal 3 September 2013 di Betawi Room Hotel Santika Premiere Jakarta.

Acara peluncuran program Academic English ini dihadiri oleh perwakilan UTS : INSEARCH, ELTI Gramedia, dan sejumlah rekan-rekan media. Stephanie King, selaku Koordinator Akademik ELTI Gramedia-UTS:INSEARCH mengatakan, “Kelebihan program ini adalah siswa bebas mengambil kuliah di mana saja. Mau di Inggris, Australia, Amerika, atau negara mana pun yang menggunakan bahasa Inggris, siswa tetap akan bisa lebih mudah beradaptasi.”

Program Academic English menjadi satu solusi bagi siswa yang ingin lebih cepat dan mudah memulai belajar di luar negeri. “Dengan belajar Academic English, saya jadi jauh lebih cepat beradaptasi dengan lingkungan sekitar, lebih mudah menerima pelajaran, dan lebih cepat pula menyerap ilmu yang diajarkan”, ujar William Atmaja, lulusan University of Technology Sydney (UTS).

Untuk pertama kalinya Academic English yang terbuka untuk umum diadakan di Jakarta. Bagi yang tertarik bergabung dengan program Academic English, saat ini ELTI GRAMEDIA-UTS:INSEARCH membuka kelas di ELTI Grand Wijaya Center Blok F 83-84 A&B, Jalan Wijaya II, Kebayoran Baru Jakarta dan Kampus Universitas Multimedia Nusantara (UMN) di Scientia Garden, jalan Boulevard, Gading Serpong Tangerang.

Pepatah mengatakan, lain ladang, lain belalang, lain negara, lain budaya. Maka, berbahasa Inggris yang baik dan benar saja tidak cukup. Kemampuan beradaptasi dalam dunia akademis juga menjadi syarat utama. (*)


Kuliah di Jakarta untuk jurusan program studi Teknik Informatika, Sistem Informasi, Sistem Komputer, Akuntansi, Manajemen, Ilmu Komunikasi, dan Desain Komunikasi Visual, di Universitas Multimedia Nusantara.
www.umn.ac.id

Fakultas ICT Universitas Multimedia Nusantara Kirimkan 6 Mahasiswa untuk Riset di Jepang

September 3, 2013 : by Chininta Rizka Angelia / Universitas Multimedia Nusantara News Service
“Kami beruntung. Kami lolos seleksi berdasarkan IPK, CV, dan Application Letter. Kami mendapatkan beasiswa dari TDU untuk melakukan riset, sedangkan living cost akan ditanggung oleh pemerintah Jepang”, ujar Andre Rusli dengan penuh antusias.



Nama Universitas Multimedia Nusantara (UMN) kembali diharumkan dengan prestasi Civitas Academicanya. Kali ini fakultas ICT (Information and Communication Technology) UMN berhasil mengirimkan enam mahasiswanya untuk melakukan riset di Tokyo Denky University (TDU), Jepang. Mereka adalah Natanael Liong, Andre Rusli, Daniel Halim, dan Verdy Susanto dari program studi Teknik Informatika, Dareen Halim dan Hizkia Hymnus dari program studi Sistem Komputer.

Ini merupakan kesempatan emas bagi mereka. Siapa sangka awalnya mereka hanya mendaftar untuk praktik kerja magang di Jepang dengan biaya sendiri. Namun, mereka justru mendapatkan beasiswa untuk melakukan riset yang nantinya akan digunakan sebagai nilai praktik kerja magang. “Kami beruntung. Kami lolos seleksi berdasarkan IPK, CV, dan Application Letter. Kami mendapatkan beasiswa dari TDU untuk melakukan riset, sedangkan living cost akan ditanggung oleh pemerintah Jepang”, ujar Andre Rusli dengan penuh antusias.

Keenam mahasiswa ini akan melakukan riset terkait dengan ICT. Namun, spesifikasinya akan diberitahukan oleh pihak TDU setelah mereka tiba di Jepang. “Nantinya, kami akan masuk ke jurusan School of Information Environment. Di sana kami memilih mata kuliah yang mendukung riset kami. Kami belum tahu melakukan riset apa, yang pasti masih terkait ICT. Selain itu, untuk mempermudah komunikasi kami juga akan belajar bahasa Jepang”, lanjut Dareen Halim.

Mereka berangkat pada 3 September 2013 dan akan belajar selama 108 hari di Jepang. Berbagai rencana dan harapan sudah terancang di benak mereka. “Harapannya, kami dapat mengharumkan nama UMN, dapat menambah wawasan baik secara ilmu maupun budaya, juga mendapatkan kesempatan S2 di sana, amin.”, tambah Natanael Liong.

Kami doakan semoga kalian semua sukses. Salam UMN! (*)

Kuliah di Jakarta untuk jurusan program studi Teknik Informatika, Sistem Informasi, Sistem Komputer, Akuntansi, Manajemen, Ilmu Komunikasi, dan Desain Komunikasi Visual, di Universitas Multimedia Nusantara.
www.umn.ac.id

Asyiknya Mengenal Budaya Korea di Universitas Multimedia Nusantara

September 2, 2013 : by Jece / Universitas Multimedia Nusantara News Service

“Tujuan dari acara ini adalah agar lebih banyak lagi orang yang mengenal tentang Korea. Saya senang, respon mahasiswa UMN bagus sekali”, ujar Bae Da Som, salah satu mahasiswa pertukaran pelajar Youngsan University.

Suka menonton drama Korea? Atau mendengarkan lagu-lagu Korea di pusat perbelanjaan? Menonton konser grup band Korea di Indonesia? Atau makan makanan Korea? Di antara kita pasti menjawab sudah pernah melakukan ini. Ternyata Korea bukan hanya sekedar lagu dan drama saja, kita bisa mengenal budaya mereka yang lain.

Di Indonesia dan di belahan dunia lain, Korea telah memproduksi budaya pop transnational sejak tahun 1990-an. Korean Wave mengisi keberadaannya dengan drama TV, Korean pop musik, dimana sekarang telah menyebar hingga sejauh Amerika Latin, Africa, Timur Tengah, dan negara-negara lain. Bahkan, CNN menyatakan Korea sebagai  “Hollywoodnya Timur” pada akhir tahun 2010. 

Melihat fenomena tersebut, Business Development Universitas Multimedia Nusantara (UMN) menyelenggarakan “Korean Culture Week” yang berlangsung pada tanggal 2-5 September 2013 di Lobby Utama UMN. Acara ini diselenggarakan oleh Business Development UMN yang bekerja sama dengan mahasiswa pertukaran pelajaran Youngsan University dan peserta Korean Language Class batch 1. “Tujuan dari acara ini adalah agar lebih banyak lagi orang yang mengenal tentang Korea. Saya senang, respon mahasiswa UMN bagus sekali”, ujar Bae Da Som, salah satu mahasiswa pertukaran pelajar Youngsan University.

Rangkaian acara “Korean Culture Week” meliputi sesi foto menggunakan Hanbok (baju tradisional Korea yang berwarna cerah), festival makanan khas Korea, games menarik (permainan tradisional Korea: jaegichagi, tuho) dan Noraebang (karaoke) dengan Lagu Korea. 

Jaegichagi adalah permainan melempar Jaegi (suatu lempengan dengan rumbai dan lonceng) dengan kaki, dan Tuho adalah permainan melempar tongkat ke dalam tabung. Civitas Academica UMN yang tertarik untuk mengikuti games, dapat mendaftarkan diri dengan membayar Rp 2.000,-. Peserta games ini berkesempatan untuk mendapatkan hadiah berupa sport shoes, voucher kursus Korean Language Class di UMN, dan merchandise UMN. 
Seru kan mengenal Korea di UMN? Ayo datang dan ramaikan standnya di UMN! (*)


Kuliah di Jakarta untuk jurusan program studi Teknik Informatika, Sistem Informasi, Sistem Komputer, Akuntansi, Manajemen, Ilmu Komunikasi, dan Desain Komunikasi Visual, di Universitas Multimedia Nusantara.
www.umn.ac.id


OMB Awal Baru Untuk Meraih Mimpi ( Universitas Multimedia Nusantara UMN )

August 28, 2013 : by Jece / Universitas Multimedia Nusantara News Service


Orientasi Mahasiswa Baru (OMB) dicanangkan untuk memberikan pengalaman dan pengajaran bagi para siswa yang telah naik ke jenjang lebih tinggi.  Orientasi atau yang merupakan momentum di mana mahasiswa merasa asing untuk menghadapinya. Namun, sebenarnya inilah momen di mana mereka mengembangkan diri menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Banyak manfaat yang bisa didapat dengan mengikuti orientasi semacam ini.

Dari berbagai games yang dilakukan pada hari ketiga OMB (28/8/2013), banyak nilai-nilai yang bisa dipelajari, seperti komunikasi, tanggung jawab, teamwork, dan juga koordinasi tim. Karena memang dari 4 hari pelaksanaan OMB, dua hari pertama pengenalan kampus, dan sisanya untuk menambahkan semangat kerjasama tim mereka. Inilah mengapa proses orientasi ini wajib, selain untuk peningkatan soft skills, juga untuk membangun kerjasama dan komunikasi dalam tim baik dalam proses belajar, bermasyarakat dan berkarya di dunia kerja dan bermasyarakat.

Games tersebut seperti misalnya hullahoop, peserta mengarahkan telunjuk ke depan pada titik tertentu dan saling berhadapan, di atas jari telunjuk yang ditempat kan hulahoop kemudian secara bersamaan semua anggota kelompok secara bersama - sama mengangkat hulahoop sampai tinggi tangan, apabila salah atau jatuh maka kelempok tersebut harus  kembali lagi dari awal. Tujuan dari permainan ini untuk melatih peserta OMB dalam kepemimpinan, komunikasi, fokus pada tugas, dan tanggung jawab keberhasilan tim. Dan bagi kelompok yang berhasil panitia memberikan bintang pada papan kelompoknya. Semakin banyak bintang yang di peroleh dalam setiap permain maka kelompok tersebutlah sebagai pemanangnya.
Ketua Pelaksana OMB, Irman F Saputra, mengatakan bahwa tema yang diusung tahun ini memiliki makna yang sangat mendalam, “There’s More to Life, marilah mahasiswa bersama-sama memiliki mimpi, dan mewujudkannya di UMN. Makanya ada satu slogan “Aku Hadir Meraih Mimpi.” Baginya, setiap orang tidak memiliki batasan untuk bermimpi dan berbuat lebih untuk sesama.

 Salah satu kelompok peserta OMB menyampaikan mimpinya, membuat sebuah gadget yaitu dompet yang dilengkapi dengan GPS. Dompet ini bertujuan apabila suatu waktu dompet ini hilang atau kecurian, akan ada sebuah akses untuk menemukannya kembali. Ini adalah suatu temuan yang menunjukkan bahwa mereka adalah generasi muda yang penuh mimpi, berkreatifitas tinggi, serta memiliki inovasi unik. “Dan UMN adalah tempat yang tepat untuk mewujudkan mimpi-mimpi kami.” Ujarnya.

Seharusnya seperti inilah orientasi yang dilakukan di universitas-universitas, tidak ada kekerasan, tidak ada bullying, tidak ada hal-hal negatif yang terjadi selama proses tersebut. Marilah kita mulai orientasi pendidikan yang berbasis pada nilai-nilai kehidupan yang memiliki kreatifitas dan inovasi tinggi, sehingga berguna untuk mahasiswa agar bisa tumbuh dan berkembang dengan baik dalam lingkungan masyarakat. (*)



Pendaftaran online klik disini

Popular Post

Blogger templates

Labels

Powered by Blogger.

- Copyright © Universitas Multimedia Nusantara Sistem Informasi -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -